Kumparan Logo

Ingin ASI Melimpah Usai Melahirkan? Ini Cara yang Aman Menurut Konselor Laktasi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock

Menjelang persalinan, tak sedikit ibu hamil yang mulai mempersiapkan proses menyusui, termasuk dengan mengkonsumsi pelancar ASI atau ASI booster. Harapannya, ASI akan keluar lebih banyak setelah bayi lahir. Lantas, benarkah langkah tersebut diperlukan?

Konselor laktasi dr. Aisya Fikritama, Sp.A, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi pelancar ASI secara rutin sejak hamil dapat meningkatkan produksi ASI setelah melahirkan.

"Yang menentukan produksi ASI adalah justru seberapa sering payudara dikosongkan sejak bayi lahir,” ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Ilustrasi ibu menyusui minum asi booster. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Artinya, semakin sering bayi menyusu atau ASI diperah, semakin banyak pula sinyal yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI. Prinsip ini dikenal sebagai supply and demand, yaitu produksi ASI akan mengikuti kebutuhan bayi.

Belum Ada Bukti Kuat Pelancar ASI Perlu Dikonsumsi Sejak Hamil

Menurut dr. Aisya, beberapa bahan yang sering digunakan sebagai pelancar ASI seperti fenugreek, daun katuk, dan moringa (daun kelor), memang telah diteliti. Namun, hasil penelitiannya masih beragam.

Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan di dokter. Foto: Shutterstock

"Beberapa penelitian menunjukkan kalau ada manfaatnya tapi beberapa juga tidak,” tuturnya.

Oleh karena itu, hingga saat ini suplemen maupun herbal pelancar ASI belum direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin, terutama tanpa indikasi atau anjuran dari tenaga medis.

Persiapan yang Lebih Penting Dilakukan Sejak Hamil

Daripada fokus mengkonsumsi pelancar ASI, dr. Aisya menyarankan ibu hamil mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan. Salah satunya dengan mempelajari teknik menyusui yang benar, termasuk posisi menyusui dan penggunaan perlengkapan yang dibutuhkan.

Setelah bayi lahir, ibu juga dianjurkan mengupayakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) agar proses menyusui dapat dimulai sesegera mungkin. Selain itu, bayi sebaiknya disusui sesering mungkin, yakni sekitar 8–12 kali dalam sehari, untuk merangsang produksi ASI.

Ilustrasi ibu hamil makan makanan sehat. Foto: Shutter Stock

Tak kalah penting, ibu perlu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan.

“Ibu juga harus menjaga pola makan seimbang, minum air putih ya harus minum 3 liter dalam sehari,” kata dr. Aisya.

Dengan persiapan yang tepat serta frekuensi menyusui yang optimal setelah melahirkan, peluang produksi ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi pun akan semakin besar, Moms.

kumparan post embed