Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Risiko Demam Berdarah dan Diare pada Anak
·waktu baca 2 menit

Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan anak. Peningkatan suhu bumi dan perubahan pola curah hujan diketahui dapat menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran berbagai penyakit tropis, seperti demam berdarah, malaria, dan diare.
Anggota Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI, Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes, menjelaskan bahwa perubahan iklim memang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit-penyakit tersebut.
Suhu Bumi Meningkat, Risiko Penyakit Tropis Ikut Bertambah
Menurut dr. Riyadi, kenaikan suhu bumi menyebabkan wilayah beriklim tropis semakin meluas. Daerah yang sebelumnya lebih dingin kini menjadi lebih hangat sehingga memungkinkan nyamuk dan serangga lain yang berperan sebagai vektor penyakit untuk hidup dan berkembang biak.
"Peningkatan suhu bumi akan menyebabkan daerah tropis, daerah tropis itu daerah yang ada di suhu tropis ya kita bilang ya. Dulu tuh 23,5 derajat ke atas, 25,3 derajat ke bawah garis ekuator. Sekarang makin luas daerah tropis itu. Kenapa? Karena suhu bumi makin naik. Daerah yang tadinya suhunya dingin sekarang menjadi naik,” ujar dr. Riyadi.
Banyak penyakit infeksi, seperti demam berdarah dan malaria, membutuhkan perantara berupa nyamuk untuk menyebar. Ketika suhu lingkungan mendukung, nyamuk dapat berkembang di wilayah yang sebelumnya tidak cocok untuk kehidupannya. Akibatnya, risiko munculnya penyakit tropis di daerah baru pun meningkat.
Curah Hujan Tinggi Dapat Memicu Diare dan Penyakit Lain
Selain suhu, perubahan pola curah hujan juga berpengaruh terhadap kesehatan anak. Curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan risiko diare akibat menurunnya kualitas sanitasi dan kontaminasi lingkungan.
“Hubungannya memang dengan suhu perubahan. Curah hujan sudah jelas. Pasti kalau lagi curah hujan tinggi biasanya diare meningkat,” imbuhnya.
Genangan air setelah hujan juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, sementara kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat memperburuk kondisi lingkungan. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim menjadi langkah penting untuk membantu menekan penyebaran penyakit tropis serta melindungi kesehatan anak di masa depan.
