Kumparan Logo

Viral Protein Shake untuk Tambah Berat Badan Anak, Aman Nggak Ya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi protein shake. Foto: Erhan Inga/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi protein shake. Foto: Erhan Inga/Shutterstock

Moms, belakangan ini media sosial ramai membahas pemberian protein shake untuk anak-anak. Protein shake yang dimaksud biasanya berupa campuran makanan seperti karbohidrat, protein, dan lemak, misalnya telur, nasi, pepaya, brokoli, susu dan dada ayam yang diblender menjadi satu hingga teksturnya cair seperti smoothies.

Cara ini dianggap praktis karena bisa membantu menaikkan berat badan anak, terutama untuk si kecil yang susah makan dan berat badannya susah naik. Tapi sebenarnya, aman nggak, ya, protein shake ini diberikan pada anak setiap hari?

Protein Shake untuk Anak, Aman Nggak Ya?

Ilustrasi susu protein tambahan Foto: dok.shutterstock

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), mengatakan bahwa protein shake sebenarnya boleh diberikan pada anak, asalkan bahan dan teksturnya disesuaikan dengan usia si kecil.

“Kalau yang dimaksud protein shake seperti suplemen untuk nge-gym itu tidak boleh karena berbahaya untuk bayi dan anak-anak. Tapi kalau yang dimaksud protein shake berbahan dasar alami seperti ayam atau telur yang diblender halus, itu diperbolehkan asalkan disesuaikan dengan tahap usianya,” jelas dr. Reza Fahlevi kepada kumparanMOM, Senin (18/5).

Menurut dr. Reza, pada usia 6–9 bulan, MPASI memang masih diberikan dalam bentuk lembut seperti bubur halus atau makanan yang diblender. Karena itu, protein shake berbahan alami masih boleh diberikan pada fase ini.

Namun, seiring bertambahnya usia, tekstur makanan anak juga perlu ditingkatkan.

“Di usia 9 bulan ke atas, anak seharusnya mulai dikenalkan MPASI dengan tekstur lebih kasar untuk melatih kemampuan mengunyah dan perkembangan oromotor mulutnya,” ujar dr. Reza.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan keseimbangan gizi anak. Sebab, dalam masa pertumbuhan, anak tidak hanya membutuhkan protein, tetapi juga asupan gizi seimbang yang terdiri dari makronutrien dan mikronutrien.

“Makronutrien terdiri dari 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 20 persen lemak. Sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Jadi, semuanya harus diberikan secara seimbang,” jelasnya.

dr. Reza mengingatkan, konsumsi protein berlebihan tidak selalu baik bagi anak, sebab bisa berdampak pada kesehatan ginjal si kecil.

Karena itu, jika Anda ingin memberikan protein shake pada si kecil, pastikan porsinya tetap sesuai kebutuhan dan tidak menggantikan pola makan seimbang anak, ya, Moms.