Konten dari Pengguna

Punya Ferrari Mewah dari Jualan Celana Dalam, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Usahanya

MoneySmart.id

MoneySmart.id

Portal finansial terbesar dan tepercaya di Indonesia. Konten kreatif dan inspiratif di MoneySmart bakal bikin kamu bijak kelola uang. #financialcoach

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari MoneySmart.id tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Punya Ferrari Mewah dari Jualan Celana Dalam, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Usahanya
zoom-in-whitePerbesar

Orang-orang berduit yang memiliki mobil sport mewah pada umumnya bergabung di wadah komunitas atau klub mobil bermerek sejenis. Biasanya juga, komunitas ini punya ketua yang bakal memimpin klub itu untuk periode tertentu.

Contohnya Hanan Supangkat, yang gak lain adalah Ketua Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI). Sekarang, Hanan kabarnya memiliki dua jenis mobil kuda besi asal Italia, Ferrari. Yang pertama adalah Ferrari 458 Speciale, sementara yang kedua adalah Ferrari 360 Modena.

Lelaki yang lahir pada tahun 1981 ini semula sempat mengoleksi BMW. Tapi, ketika mencoba Ferrari pada 2013, dia banting setir dan pindah ke lain hati, alias pilih memelihara tunggangan berlogo kuda jingkrak ini.

Mengoleksi mobil mewah jadi hobinya karena dinilai bisa meningkatkan semangat kerja. Lantas, Hanan Supangkat kerja di mana ya? Bagaimana bisa dia membeli Ferrari?

Baca Juga: Total Kekayaan Mencapai Rp 1,3 Triliun, Begini Karier Pencipta Spongebob Squarepants

Rupanya Hanan adalah Chief Operating Officer (COO) sekaligus pemilik PT Mulia Knitting Factory. Perusahaan Hanan adalah induk yang menaungi sebuah pakaian dalam bermerek Rider!

Merek ini tentu udah gak asing di masyarakat. Brand ini bisa dibilang menguasai market share 35 hingga 40 persen di Indonesia.

Penasaran dengan cerita Hanan membuat pabrik celana dalam jadi sumber uangnya? Mari ikuti perjalanannya berikut ini.

1. Hanan dipercaya memegang semua bidang

Punya Ferrari Mewah dari Jualan Celana Dalam, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Usahanya (1)
zoom-in-whitePerbesar

Hanan Supangkat (YouTube)

Hanan Supangkat ternyata merupakan generasi ke-4 dari pendiri bisnis ini. Dia diminta bergabung di perusahaan ini oleh sang kakek, H. Max Mulyadi Supangkat, dan ayahnya, Henry Supangkat setelah menyelesaikan kuliah di California, Amerika Serikat.

Dia pernah blak-blakan bilang ke media bahwa kalau ditanya apa jabatannya menjawab AO alias anak owners.

Tapi, karena jadi AO itulah Hanan benar-benar harus berjuang. Meski jabatannya saat ini Chief Operating Officer (COO), dia gak cuma aktif di kantor pusat, tapi juga di pabriknya.

Intinya, jangan dibilang mentang-mentang jadi anak owner lantas bisa santai menikmati kekayaan. Justru anak owner itulah yang tanggung jawabnya besar karena harus mengurus bisnis serta karyawan-karyawannya.

Baca Juga: Harganya Setara Rumah Mewah di Kemang! Ini 5 Mainan Termahal di Dunia

2. Distribusi produk gak cuma di ritel modern

Punya Ferrari Mewah dari Jualan Celana Dalam, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Usahanya (2)
zoom-in-whitePerbesar

Hanan Supangkat (YouTube)

Ketika Hanan Supangkat masuk ke perusahaan keluarganya, perusahaan ini kondisinya memang sangat sulit. Kabarnya, market share-nya gak sampai 10 persen, padahal kualitas Rider boleh diadu dengan produk impor.

Alhasil, Hanan langsung memperkuat jaringan distribusi ritelnya. Gak cuma di Jakarta, melainkan di kota-kota besar lain seperti Surabaya, Semarang, Bali, Makassar, Palembang, Bangka, Medan, dan Bandung.

Produk itu gak cuma dijual di Hypermart yang termasuk ritel modern, tapi juga di toko-toko kelontong. Bahkan, PT MKF mendirikan outlet House of Rider.

Baca Juga: Biar Nular Ketampanan Hamish Daud, Contek 6 Outfit Versi Murahnya di Sini

3. Buat produk dengan target market yang luas

Punya Ferrari Mewah dari Jualan Celana Dalam, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Usahanya (3)
zoom-in-whitePerbesar

Hanan Supangkat (Rider.co.id)

Saat Hanan bergabung di perusahaan ini, Rider hanya merek pakaian dalam yang gak up to date dari segi desain. Memang sih bahannya bagus, tapi percuma kalau ditujukan untuk pasar orangtua saja.

Hanan pun langsung membuat terobosan baru dengan menciptakan produk untuk kalangan anak muda, sebut saja seperti varian sport, active, hingga kids. Lengkap banget ya! Tapi inilah yang akhirnya rahasia kesuksesan Rider.

Menciptakan produk baru memang merupakan investasi. Karena itu, harus dipikirkan matang-matang. Kalau sampai asal-asalan, produk itu bisa jadi gak laris sementara biaya riset dan produksi cukup besar.

Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup dan Finansial dari Film The Lion King yang Perlu Kamu Tahu

4. Merilis promo berbeda dengan kompetitor

Sebagai salah satu merek pionir pakaian dalam di Tanah Air, Rider memang terkenal dengan promo gila-gilaan. Tapi, itu semua bukan asal promo ya! Semuanya ada pertimbangannya.

Hanan Supangkat pernah mengungkapkan, promo yang dilancarkankan bersifat store promo terlebih dulu. Baru setelah itu di tahun 2008 mereka aktif melakukan promo ATL, alias above the line yang tujuannya untuk meningkatkan brand image.

Di media sosial, mereka juga aktif karena medsos merupakan sarana promosi yang cukup efektif dan murah.

Beberapa event yang digelar Rider antara lain adalah Tukar Kolor, di mana para pelanggan bisa menukar pakaian dalam bekasnya dan menerima yang baru. Selain itu, Rider juga jadi salah brand pakaian dalam pertama yang memberikan hadiah mobil ke pelanggan. Canggih juga ya!

Baca Juga: Ini Daftar Orang Terkenal di Indonesia yang Memiliki Mobil Rolls Royce

5. Jangan terburu-buru ekspansi

Punya Ferrari Mewah dari Jualan Celana Dalam, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Usahanya (4)
zoom-in-whitePerbesar

Hanan Supangkat bersama tim (Instagram)

Ini merupakan wejangan yang diberikan sang ayah pada Hanan Supangkat. Kalau di era digital ini, ekspansi merupakan hal yang bisa dilakukan dengan cepat namun di dunia ritel justru sebaliknya.

Semua harus dilakukan secara bertahap, intinya jangan langsung melompat. Ibarat jalan di tangga saja, kalau melompat tentu bisa kesandung dan berakibat fatal.

Hanan mengikuti wejangan sang ayah demi kesuksesan brand-nya.

Baca Juga: Gara-Gara Judi, 8 Orang Ini Kaya Raya! Ada yang Total Hartanya Rp 74 T

6. Tim harus di-training

Punya Ferrari Mewah dari Jualan Celana Dalam, Ini 6 Cara Hanan Supangkat Besarkan Usahanya (5)
zoom-in-whitePerbesar

Hanan Supangkat bersama tim (Instagram)

Sebelum bergabung dalam perusahaan ini, Hanan mengungkapkan gak pernah ada training yang ditujukan untuk memperkuat kinerja tim. Outing pun gak ada. Jadi, kebayang aja kayak apa betenya karyawan kantor disuruh kerja terus.

Pengusaha ini pun mencoba mengubah kebiasaan itu dengan mengaktifkan beberapa program kepegawaian di sana. Setidaknya itu sangat berguna untuk membentuk tim yang solid, karena cuma tim yang solid yang bisa diajak kerja keras.

Baca Juga: Ada Versi Murahnya! Contek 5 Outfit Keren Aurel Hermansyah Ini

Demikianlah strategi Hanan Supangkat dalam membesarkan perusahaan keluarganya hingga menjadi seperti saat ini.

Intinya, tanggung jawab seorang anak pemilik perusahaan justru sangatlah berat karena masa depan perusahaan ada di tangannya. Ketika perusahaan itu bangkrut, maka gak menutup kemungkinan pemilik usaha bisa mendadak miskin karena harus menanggung pesangon para karyawan.