Pencarian populer
Entertainment

Diplomat Muda Berburu Ilmu Sawit ke Belitung

Salah seorang Diplomat Muda sedang mengamati buah kelapa sawit. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Dalam satu siklus hidup diplomat Indonesia, secara normal dia harus menjalani tiga jenjang sekolah diplomatik: Sekdilu (Diklat Sekolah Dinas Luar Negeri ), Sesdilu (Sekolah Staf Dinas Luar Negeri), dan Sesparlu (Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri).

Sekdilu ditujukan untuk Diplomat Pertama yang baru masuk Kementerian Luar Negeri. Sesdilu ditujukan untuk Diplomat Muda, dan jenjang terakhir adalah Sesparlu.

Saat ini, penulis sedang menjalani jenjang Sesdilu. Selama dua bulan menjalani "upgrading" ilmu, keahlian, dan keterampilan dengan berbagai materi substantif dan administratif termasuk kunjungan ke berbagai tempat dan community services.

Diplomat Muda Berburu Ilmu Sawit ke Tanjung Pandan, Belitung

Diplomat Muda Sesdilu tidak melulu belajar di kelas. Salah satu kegiatan dari rangkaian Sesdilu adalah "crash-course" terkait isu kelapa sawit. Supaya makin paham dengan isu sawit, para diplomat muda ini pergi ke Belitung untuk melihat langsung perkebunan kelapa sawit, termasuk diskusi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan para ahli sawit.

Pemahaman terkait isu sawit menjadi sangat penting. Apalagi sebagai komoditas ekspor utama Indonesia, produk kelapa sawit Indonesia sedang menghadapi masalah serius di pasar Uni Eropa.

Pemerintah Indonesia menentang keras keputusan Komisi Eropa untuk mengadopsi Draft Delegated Regulation yang mengklasifikasikan minyak kelapa sawit sebagai minyak nabati berisiko tinggi terhadap terjadinya ILUC yang tidak berkelanjutan berdasarkan standar sepihak dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. - Kementerian Luar Negeri

Komoditas ekspor utama Indonesia saat ini adalah produk kelapa sawit. Nilai ekspor produk kelapa sawit terhitung lebih dari ekspor migas Indonesia (USD 15 miliar di tahun 2017) dan jauh melebihi ekspor komoditas perkebunan utama Indonesia lainnya, seperti pala, cokelat, kopi, karet, tebu, dan teh.

Data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan bahwa nilai ekspor minyak sawit Indonesia pada 2017 mencapai USD 22,97 miliar, atau naik 26% dari tahun 2016 sebesar USD 18,22 miliar yang merupakan 13,7% dari total ekspor pada tahun 2016.

Waktunya memang pendek, tapi seeing is believing. Pergi bersama dalam kelompok besar selalu menyenangkan, dengan berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian masing-masing, kami bisa saling berbagi dan melengkapi.

"Sebagai diplomat muda, pekerjaan sehari-hari saya jarang terkait dengan isu sawit, selama Sesdilu dan perjalanan (ke Belitung) ini membuka mata saya, pentingnya memahami isu sawit secara menyeluruh, supaya diplomasi sawit Indonesia menjadi lebih komprehensif" - Sturmius Bate (Peserta Sesdilu 63)

Oiya, saya sempat merekam dengan handphone saya, serunya perjalanan kami dari Jakarta ke Belitung dalam 60 detik. Ini dia foto dan videonya. Jangan lupa di-like dan follow ya, untuk melihat post-post seru lainnya.

Loading Instagram...

Again, seeing is believing. Hari itu kami "crash course" isu sawit. Diawali diskusi dengan PT. ANJ (Austindo Nusantara Jaya) di Desa Jangkang Belitung, lalu berkunjung ke kebun sawit, melihat pembibitan, memahami proses produksi, hingga ngobrol dengan petani sawit. Ternyata masih banyak yang harus kami pelajari.

"Dalam pengolahan produk kelapa sawit semua bagiannya bisa dimanfaatkan, bahkan limbahnya bisa dijadikan bahan bakar biogas" - Ari Sudarmawan (Karyawan PT. ANJ)

Industri kelapa sawit berperan penting dalam pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia sampai tahun 2017 adalah 14,03 juta hektare, dengan total produksi sawit mencapai 37,8 juta ton.

Perkebunan kelapa sawit Indonesia 41% dikelola oleh petani kecil dan berkontribusi terhadap 5,5 juta lapangan pekerjaan serta mendukung kehidupan 12 juta orang. (Data Kementerian Pertanian)

Loading Instagram...

Menjelajah Pulau

Ada waktu pendek sebelum kami kembali ke Jakarta. Kami mencuri sedikit waktu untuk melihat batu-batu besar di Pantai Tanjung Tinggi Belitung. Pantai tempat anak-anak #LaskarPelangi lari-lari bahagia. Kami pun bahagia, sekaligus merasa sangat kecil di tengah indahnya ciptaan Gusti Allah Maha Besar.

Oiya, kami juga sempat makan Mie Belitung Atep dan ikan ayam-ayam bakar. Tidak tahu kenapa namanya ikan ayam-ayam, mungkin karena tekstur dagingnya mirip daging ayam.

Loading Instagram...

Sesdilu 63 akan terus belajar di manapun dan kapan pun. Menjadi diplomat muda yang mumpuni menjadi tujuan bersama, sesuai dengan tagline yang disiapkan Sekretariat Sesdilu Kementerian Luar Negeri untuk angkatan 63 adalah: "Innovate to Rejuvenate: Consolidating Home-Grown Diplomacy". Atau kira-kira terjemahannya adalah: "Berinovasi untuk Pembaharuan: Menguatkan Diplomasi yang Membumi", dengan visualisasi logo ini, untuk diplomasi Indonesia yang lebih baik.

Loading Instagram...
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: