Gus Sholah Bangga Hasyim Asyari Jadi Nama Masjid Raya DKI

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ahok meninjau pembangunan Masjid Raya Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)
zoom-in-whitePerbesar
Ahok meninjau pembangunan Masjid Raya Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Salah satu pembahasan dalam pertemuan Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dengan Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat, adalah soal penamaan Masjid Raya di Daan Mogot memakai nama kakek Gus Sholah, Hasyim Asyari.

Gus Sholah mengapresiasi inisiatif Djarot Saiful Hidayat atas diabadikannya nama kakeknya yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu menjadi nama Masjid Raya Jakarta.

Baca: Djarot Minta Izin Gus Sholah Beri Nama Masjid Raya Hasyim Asyari

"Itu malah harus kita apresiasi. Pemberian nama itu kan penghargaan, penghormatan, dan memang layak," tutur Gus Sholah usai pertemuan di kediamannya di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, Rabu (22/03).

Baca: Gus Sholah: Jangan Sampai Ada Cagub Kena Kartu Merah

Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Gus Sholah juga memberikan usulan nama-nama pejuang Islam untuk diabadikan menjadi nama masjid raya di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, seperti KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan Tjokroaminoto. Gus Sholah juga mengusulkan nama Agus Salim untuk diabadikan menjadi nama masjid lain.

"Sebetulnya ada lagi satu raksasa Islam, Pak Agus Salim. Itu hidupnya hampir sama (dengan Ahmad Dahlan dan Tjokroaminoto), itu 1860-1880. Jadi itu namanya harus kita abadikan," ujar Gus Sholah.

Djarot seusai bertemu dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Djarot seusai bertemu dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

Tradisi mengabadikan nama pahlawan untuk dijadikan nama jalan, nama gedung, maupun nama masjid, menurut Gus Sholah, harus terus dilanjutkan dan dikembangkan sebagai sebuah tradisi. Sebagai contoh, Gus Sholah memaparkan nama Presiden Amerika Serikat pertama, George Washington, sebagai nama kota dan negara bagian di Amerika.

"Kalau di Amerika, bahkan negara bagian ada yang (namanya) Washington. Kota Washington juga ada, tapi negara bagian juga ada," paparnya.

"(Kalau Indonesia) kita namanya masjid. Tadinya kan nama jalan, sekarang nama masjid," paparnya lagi.

Pertemuan Djarot dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Djarot dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

Gus Sholah juga berharap agar tradisi pemberian nama ini juga dilakukan di daerah-daerah dengan mengabadikan nama pahlawan lokal sebagai nama jalan.

"Itu juga perlu kita kenal supaya penerus bangsa ini paham sejarah, mengenal pemimpin zaman dulu yang begitu besar jasanya bagi bangsa Indonesia," tutupnya.

Nama KH Hasyim Asyari diabadikan menjadi nama masjid untuk Masjid Raya Kiai Haji Hasyim Asy'ari di Daan Mogot, Jakarta Barat. Rencananya, masjid tersebut akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir April yang akan datang.

Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Baca: Anies-Sandi Temui Gus Sholah Bahas Pilgub DKI