Konten dari Pengguna

Magang BPS Kota Tasikmalaya Pengalaman Mahasiswa Belajar Statistik

Muhamad Reyhan

Muhamad Reyhan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Reyhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Magang di BPS Kota Tasikmalaya bukan hanya soal memenuhi kewajiban akademik, tapi juga menjadi jembatan untuk memahami dunia kerja sebenarnya. Melalui program magang ini, mahasiswa mendapat pengalaman langsung tentang statistik, survei, dan pengolahan data yang bermanfaat untuk pembangunan daerah.Magang bukan hanya soal memenuhi kewajiban akademik, tapi juga menjadi jembatan untuk memahami dunia kerja sebenarnya. Hal inilah yang dirasakan para mahasiswa saat menjalani program magang di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya.

Selama dua minggu pertama, para peserta magang diperkenalkan pada berbagai aktivitas yang menjadi tugas utama BPS, mulai dari pengolahan data, penyusunan laporan statistik, hingga mengenal metodologi survei resmi yang digunakan pemerintah.

“BPS adalah tempat yang tepat bagi mahasiswa untuk belajar tentang pentingnya data dalam perencanaan pembangunan. Mereka bisa melihat langsung bagaimana data diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu staf BPS Kota Tasikmalaya.

Selain pembelajaran teknis, pengalaman magang ini juga mengajarkan mahasiswa tentang kedisiplinan, etika kerja, dan bagaimana bekerja sama dalam tim. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku semakin termotivasi untuk mendalami dunia statistik setelah mengikuti program ini.

Kegiatan magang di BPS Kota Tasikmalaya juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi kecil, misalnya membantu input data survei, mendukung kegiatan sensus, hingga ikut serta dalam penyebaran informasi statistik melalui media sosial BPS.

Dengan pengalaman berharga ini, diharapkan para peserta magang tidak hanya membawa pulang ilmu, tapi juga semangat untuk ikut berperan dalam pembangunan berbasis data.