Konten dari Pengguna

Haaland dan Mbappe: Dua Mesin Gol yang Tidak Kenal Kata Cukup

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Rizky Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi oleh AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi oleh AI

Kalau musim sepak bola Eropa 2026-2027 punya satu pesan yang sudah tersampaikan sejak tiga pekan pertama, isinya kira-kira seperti ini: Haaland dan Mbappe belum selesai. Dan mereka sedang dalam performa terbaik masing-masing untuk membuktikan itu.

Di Etihad Stadium, Sabtu 5 September, Erling Haaland menyundul bola di menit ke-26 untuk menundukkan Coventry City 1-0, gol yang sekilas terlihat seperti kemenangan tipis biasa di awal musim. Tapi angka di balik sundulan itu jauh dari biasa. Gol tersebut adalah yang ke-300 dalam karier klub Haaland di level tertinggi, dicapai dalam 368 penampilan. Lebih cepat dari Cristiano Ronaldo. Lebih cepat dari Kylian Mbappe. Lebih cepat dari hampir semua penyerang yang pernah bermain di sepak bola modern.

Sundulan yang Bukan Sekadar Gol Biasa

Gol ke-300 Haaland sekaligus memecahkan rekor Sergio Aguero sebagai pencetak gol sundulan terbanyak Manchester City di Premier League. Haaland kini sudah mencetak 20 gol sundulan untuk City di liga, melampaui legenda yang selama ini dianggap sebagai penyerang terbaik dalam sejarah klub. Aguero berhenti di 19.

Yang membuat catatan ini terasa lebih dari sekadar statistik adalah konteksnya. Haaland selama bertahun-tahun dikenal sebagai penyerang dengan insting gol yang luar biasa, tapi sundulan bukan selalu senjata utamanya. Ia dikenal lebih karena finishing kaki, posisi tanpa bola, dan kemampuan membaca umpan terobosan. Kenyataan bahwa ia kini juga mendominasi gol sundulan menunjukkan bahwa ada aspek permainannya yang terus berkembang, bukan sekadar berjalan di atas bakat bawaan.

Musim ini dimulai dengan Enzo Maresca sebagai pelatih baru Manchester City, dan City sudah sapu bersih tiga laga pertama dengan sembilan poin. Enzo Fernandez, rekrutan deadline day senilai 125 juta pound dari Chelsea, langsung tampil sebagai starter dadakan menggantikan Nico O'Reilly yang cedera saat pemanasan, dan justru memberikan assist untuk gol Haaland. Debut yang tidak direncanakan, tapi berakhir sempurna.

Di Madrid, Mbappe Tidak Kalah Garang

Sementara Haaland membangun rekor dengan sundulan, Kylian Mbappe membuka musim barunya di La Liga dengan cara yang lebih eksplosif. Di Santiago Bernabeu, 27 Agustus, ia mencetak hattrick saat Real Madrid mengalahkan Real Sociedad 4-1. Tiga gol dalam satu malam di awal musim, langsung menempatkannya di puncak daftar top skor La Liga 2026-2027.

Mbappe bukan pemain baru di La Liga. Ini musim ketiga-nya bersama Real Madrid, dan ia sudah dua kali berturut-turut meraih gelar top skor Liga Spanyol, dengan 31 gol di musim pertamanya dan 25 gol di musim keduanya meski diselingi beberapa cedera. Musim ini ada hal baru yang menarik perhatian: Jose Mourinho kini duduk di bangku pelatih Real Madrid, menggantikan Alvaro Arbeloa. Hattrick Mbappe di laga kedua musim ini menjadi sinyal bahwa hubungan antara Mourinho dan Mbappe tampaknya dimulai dengan sangat baik.

Di bawah Mbappe dalam daftar top skor, nama-nama seperti Raphinha dan Fermin Lopez dari Barcelona bergerak cepat. Tapi selama Mbappe dalam kondisi fit dan termotivasi, meraih gelar top skor La Liga tiga musim berturut-turut adalah target yang sangat realistis.

Dua Pemain, Dua Liga, Satu Pertanyaan yang Sama

Ada pertanyaan yang selalu mengikuti Haaland dan Mbappe ke manapun mereka pergi: sampai kapan mereka bisa terus bermain di level ini? Haaland kini berusia 26 tahun, berada di puncak usianya sebagai striker. Mbappe 27 tahun, memasuki fase di mana penyerang-penyerang kelas dunia biasanya mencapai titik paling matang mereka.

Tiga pekan pertama musim 2026-2027 belum menjawab pertanyaan itu secara definitif, tapi sudah memberikan indikasi yang cukup jelas. Haaland tidak tanda-tanda melambat meski sudah melewati 300 gol. Mbappe tidak kehilangan ketajaman meski sudah menanggung beban Piala Dunia yang berakhir dengan kekalahan di final beberapa bulan lalu. Keduanya memulai musim baru seperti orang yang baru selesai istirahat panjang dan siap kembali bekerja. Musim ini masih panjang, tapi sudah ada cukup alasan untuk menantikannya.