Ketika Barcelona Datang ke Mestalla dan Tidak Memberi Ruang untuk Bernapas

Undergraduate Communication Student at Pamulang University
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhamad Rizky Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada dua hal yang membuat laga Valencia versus Barcelona di Mestalla pada 6 September 2026 terasa lebih besar dari sekadar hasil akhir 5-0. Pertama, laga ini disebut sebagai penampilan terakhir Barcelona di Mestalla, karena Valencia sedang dalam proses pindah ke stadion baru mereka. Kedua, Raphinha mencetak gol di laga ini untuk menyamai sebuah rekor yang namanya hampir mustahil disandingkan dengan pemain siapapun: Lionel Messi.
Barcelona datang ke Valencia bukan sebagai tim yang sedang menemukan ritme. Mereka datang sebagai tim yang sudah tahu persis apa yang ingin mereka lakukan, dan kemudian melakukannya hampir tanpa hambatan selama 90 menit.
Lima Gol dan Sebuah Rekor yang Menunggu Sejak Lama.
Lamine Yamal membuka keran gol di menit keenam, memanfaatkan umpan Fermin Lopez untuk melepaskan tembakan first time dari sudut sempit yang langsung bersarang di sudut atas gawang. Valencia berusaha merespons, tapi pertahanan mereka tidak pernah benar-benar menemukan cara untuk menghentikan pergerakan Barcelona yang terus-menerus. Fermin Lopez menggandakan keunggulan di menit ke-22 setelah menerima umpan Anthony Gordon, dan Barcelona masuk babak kedua dengan keunggulan dua gol.
Lima menit setelah jeda, Raphinha menambah gol ketiga Barcelona dengan sentuhan kaki dari jarak dekat setelah Yamal dan Fermin mengalirkan bola dengan sempurna di sisi kanan pertahanan Valencia. Gol itu adalah yang keenamnya dalam empat pertandingan liga musim ini, menjadikannya pemain kedua sepanjang abad ini yang berhasil mencetak enam gol dalam empat laga pertama La Liga untuk Barcelona. Pemain pertama yang melakukannya adalah Lionel Messi.
Yamal, Pedri, dan Valencia yang Tidak Punya Jawaban.
Barcelona tidak berhenti di tiga gol. Pedri menambah gol keempat di menit ke-79 dengan sepakan keras ke sudut bawah kiri gawang setelah mendapat umpan Dani Olmo yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Lima menit kemudian, Yamal menyempurnakan kemenangannya sendiri dengan gol kedua, memaksimalkan umpan Olmo untuk melewati penjaga gawang Valencia dan menutup skor menjadi 5-0.
Hansi Flick bahkan sempat merotasi pemain dan memberi debut kepada Gabriel Jesus di babak kedua, sebuah kemewahan yang hanya bisa dilakukan oleh tim yang sudah merasa sangat nyaman dengan jalannya pertandingan. Jesus tampil aktif dan nyaris mencetak gol, menunjukkan bahwa kedalaman skuad Barcelona musim ini tidak bergantung hanya pada nama-nama yang sudah familiar.
Dengan kemenangan ini, Barcelona mengumpulkan 17 gol hanya dari empat pertandingan liga. Rata-rata lebih dari empat gol per laga, sebuah angka yang menunjukkan bahwa kekhawatiran soal siapa yang akan mencetak gol setelah kepergian Robert Lewandowski, Ferran Torres, dan keputusan untuk tidak mempermanenkan pinjaman Marcus Rashford sudah terjawab dengan cara yang sangat meyakinkan.
Real Madrid Kalah, Barcelona Melaju Sendirian.
Kemenangan 5-0 atas Valencia menjadi lebih bermakna karena hadir bersamaan dengan berita dari tempat lain. Malam sebelumnya, Real Madrid kalah dari Real Betis, dan itu berarti Barcelona kini memimpin La Liga dengan tiga poin keunggulan atas pesaing terdekat mereka.
Di bawah asuhan Jose Mourinho, Real Madrid tampaknya masih dalam proses menemukan keseimbangan tim. Sementara Barcelona di bawah Hansi Flick terlihat seperti mesin yang sudah tahu cara kerjanya dan tidak memerlukan banyak penyesuaian. Empat laga, empat kemenangan, 17 gol, nol kekalahan. Masih sangat awal untuk berbicara soal gelar, tapi Barcelona sudah memberikan sinyal yang sangat jelas tentang bagaimana mereka berniat menjalani musim ini.
