Perjalananku Story yang Tak Pernah Berakhir : A Chance Encounter

Mahasiswa universitas pamulang dan seorang content kreator
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhamad Taufiq Qurrahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ceritaku, aku nggak pernah nyangka bakal bertemu seseorang yang akhirnya jadi teman sebegitu dekatnya. Disinilah aku bertemu denganya , aku dan dia memiliki latar belakang yang berbeda, tapi seiring waktu kami bisa mengenal satu sama lain.
Sejak awal, banyak momen kecil yang bikin kenangan ini terasa spesial. Beberapa waktu pernah makan di kantin kampus, ngerjain tugas sore hari di kampus sambil menerjang hujan, sampai bikin tugas video yang bikin kita ketawa, ngerjain proposal bareng diperpus kampus, memberikan pendapat dan membantu satu sama lain. Semua hal itu sederhana, tapi sangatlah penuh dengan kenangan.
Setiap hal memang nggak selalu mulus. Kita pernah berantem dan menjauh, bahkan sampai nggak saling sapa di beberapa waktu. Tapi waktu bikin kami sadar setiap pertemanan pasti diuji. Yang penting bukan seberapa sering kami akur, tapi bagaimana kami memilih buat saling memahami dan memperbaiki keadaan.
Pertemanan itu bukan sekadar senang-senang bareng, Tapi itu soal saling dukung, saling bantu, dan tetap bisa berada di sisi satu sama lain meski kadang ada salah paham ataupun problem apapun itu. Aku bersyukur banget karena Tuhan mempertemukanku dengan teman yang tulus seperti dia. Semoga perjalanan pertemanan ini terus berlanjut, menghadapi semua rintangan, dan menjadi sincere friendship never has an end point.
