Pendidikan di Kolong Flyover: Eskalator Sosial Kehidupan

Mahasiswa Sejarah dan peradaban islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhammad Refi Syahputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasananya cukup berbeda dengan kebanyakan tempat belajar umum lainnya, kumpulan buku-buku juga tersusun dengan rapi walau pasti berdebu tebal, bisingnya suara kendaraan di bahu kanan dan kiri jalan menjadi teman setia bagi mereka yang singgah, posisinya tepat di bawah kolong Flyover Ciputat, terdapat TBM "Taman Bacaan Masyarakat".
Kini tempat tersebut kerap disapa TBM Kolong bagi masyarakat sekitar, khususnya Kota Tangerang Selatan. Komunitas tersebut seakan menjadi harapan besar masyarakat sekitar untuk belajar dan bertumbuh lebih baik tanpa melihat besar kecilnya fasilitas di kolong flyover tersebut.
Komunitas TBM merupakan hasil cipta karya besar anak-anak muda bangsa yang sadar akan pentingnya kehadiran sebuah tempat pendidikan yang inklusif bagi semua kalangan ataupun elemen masyarakat, dan saat ini sampai dengan tahun-tahun mendatang TBM akan terus dikelola oleh pemuda-pemudi bangsa ini yang akan terus konsisten menyuarakan pendidikan sebagai eskalator sosial yang mengantarkan ke tingkat kehidupan yang lebih baik lagi.
Mereka sadar kegiatan di taman baca merupakan kegiatan kecil, namun dilakukan secara konsisten setiap waktunya, mereka juga sadar kehadiran mereka tidak mendapatkan imbalan besar karena sifatnya sukarelawan, tetapi mereka jauh lebih sadar jika peran mereka sebagai anak muda tidak pernah tersalurkan dengan baik ke kelas-kelas kecil pembelajaran seperti yang ada di TBM dan akan jauh lebih berbahaya dampaknya di kemudian hari. Karenanya menyalakan lilin perubahan jauh lebih baik dari pada berdiam diri dengan keadaan remang tanpa kompas yang jelas arahnya.
Kesetaraan Pendidikan TBM Kolong
Pendidikan yang nyaman, aman dan ramah untuk masyarakat merupakan sebuah hak yang harus dijaga dan dirasakan pada setiap generasi muda bangsa ini, perilaku anak muda hari ini kepada generasi muda di bawahnya merupakan cerminan mereka kepada bangsanya untuk tumbuh lebih baik lagi ke depan dalam menyambut generasi muda baru yang lebih kompeten.
Karena itu anak muda bangsa saat ini yang peduli dan concern terhadap pentingnya pendidikan sebagai eskalator sosial kehidupan merupakan hasil kepedulian orang-orang terdahulu yang memiliki kesadaran bersama. Sehingga fokus kita ke depan bagaimana kesadaran ini berkelanjutan dan meningkat lebih baik lagi di kemudian harinya, agar kesempatan dan kesetaraan dalam pendidikan dapat dirasakan bagi semua kalangan masyarakat.
TBM Kolong sebagai ruang edukasi, literasi dan kolaborasi juga turut andil dalam menopang akan kesadaran pentingnya arti kata sebuah pendidikan. Dari sini anak-anak binaan volunteer menemukan keberanian untuk bermimpi, menemukan arah kompas ke depan, serta berkarya tanpa batas dalam waktu yang tidak ditentukan, karenanya TBM memiliki perpustakaan umum yang terbuka 24 jam non stop dan itu dapat digunakan oleh semua unsur masyarakat sekitar.
Anak mudanya selaku volunteer TBM juga menemukan jati diri mereka sendiri secara gamblang, berbagai kegiatan juga turut dilakukan seperti pendidikan kerelawanan, manajemen sosial, pelatihan dongeng dan kepenulisan, serta masih banyak kegiatan lainnya yang dampaknya nyata bagi sosial kemasyarakatan dari komunitas atau organisasi pendidikan.
TBM membuktikan ruang belajar yang inklusif, kreatif dan motivatif tidak hanya melulu hadir dari ruang-ruang kelas di sekolah elite perkotaan, yang interior dipenuhi dengan barang-barang mewah tak ternilai harganya, akan tetapi ruang pembelajaran tercipta jika ada tekad baik untuk berkolaborasi, komunikasi dalam pertemuan intens di dalamnya.
Pembelajaran dalam pendidikan sosial yang ditanamkan sejak dini kepada anak-anak tidak hanya melulu tentang buku pelajaran ataupun buku fiksi atau non fiksi lainnya. Pembelajaran juga lahir dari beberapa instrumen kegiatan-kegiatan sosial yang telah direncanakan dengan baik. Seperti, fieldtrip, fun futsal, fun walk sampai dengan diskusi ngobrol minggu sore bersama tokoh-tokoh publik yang memang fokusnya dalam dunia pendidikan.
Berbagai kegiatan sosial tersebut merupakan bukti nyata yang diperlukan keseimbangan dan stabilitas antara olah pikir dan olahraga, karenanya badan yang sehat akan menghasilkan kejernihan dalam berpikir. Pendidikan itu sendiri merupakan sebuah unsur yang harus dan wajib digerakkan oleh semua elemen yang ada pada masyarakat, tidak cukup hanya mengandalkan otoritas pemerintahan, karenanya pendidikan itu penting yang start poinnya dimulai dari masyarakat itu sendiri.
Dalam rangka memperingati hari pendidikan di Indonesia pada bulan Mei, TBM sebagai salah satu instrumen yang bertumbuh besar dalam dunia pendidikan dan literasi anak turut menjadikan bahwasanya basic pendidikan harus dimulai dan didemonstrasikan sejak dini kepada masyarakat khususnya generasi muda bangsa ini, agar setiap mereka yang ingin hidupnya lebih baik lagi ke depan harus mempunyai kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai eskalator sosial yang mempunyai pengaruh dan ini merupakan investasi masa depan bangsa Indonesia.
