Konten dari Pengguna

Secercah Harapan di Kolong Flyover

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Refi Syahputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto kebersamaan relawan TBM bersama adik-adik
zoom-in-whitePerbesar
Foto kebersamaan relawan TBM bersama adik-adik

Di tengah panasnya matahari, bising kendaraan bermotor, dan polusi dari truk-truk pengangkut barang, mereka tetap hadir membawa harapan bagi masa depan yang belum tentu arahnya. Mereka yakin bahwa kehadiran mereka membawa perubahan nyata, terutama dalam dunia pendidikan anak-anak. Mereka adalah para relawan.

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan, berdiri sebuah tempat di bawah flyover yang dulunya dipandang negatif oleh masyarakat, dari tempat singgah para pengamen jalanan sampai tempat yang dijadikan prostitusi. Namun, tempat itu kini berubah menjadi pelopor gerakan pendidikan masyarakat, khususnya pendidikan anak. Tempat tersebut dikenal sebagai Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong Ciputat.

Para relawan TBM hadir untuk menanamkan kebaikan demi kebaikan, sekaligus mengikis stigma negatif yang pernah melekat pada tempat itu. Dengan keikhlasan dan ketulusan, mereka memberikan kontribusi besar penuh makna serta pembelajaran yang berarti bagi anak-anak. Ketulusan mereka dalam mengabdi kepada masyarakat tak dapat diukur dengan nominal angka rupiah. Melihat tawa dan senyum kecil dari adik-adik TBM sering kali cukup untuk menghapus rasa lelah yang mereka pendam.

Keringat yang sering menetes dari usaha mereka akan menjadi saksi bahwa suatu hari nanti mereka pernah berbakti kepada generasi muda negeri ini. Kesungguhan mereka dalam memberikan teladan bagi adik-adik TBM akan dikenang sepanjang hayat, layaknya guru pengganti yang hadir di luar lingkungan sekolah.

Niat tulus mereka dalam pengabdian relawan mencerminkan makna warna putih yang melambangkan arti sebuah kesucian. Mereka datang tanpa mengharapkan upah, dan pulang tanpa menerima sepeser pun hadiah atau bayaran bernilai tinggi. Yang mereka terima hanyalah ucapan terima kasih, namun justru di sanalah letak keindahan pengabdian, yaitu ketulusan yang menghadirkan secercah kebaikan bagi adik-adik di TBM.

Selain itu, nilai-nilai yang hidup di dalam TBM turut melekat pada diri para relawan. Lingkungan TBM yang dikelilingi pepohonan hijau dan dedaunan seakan menyampaikan pesan tentang pentingnya bertumbuh dalam pengabdian kepada masyarakat. Nilai inilah yang menumbuhkan mentalitas kuat pada para relawan untuk terus percaya diri dalam berkarya dan memberikan dampak.

Kesiapan para relawan di TBM dalam mendampingi kegiatan adik-adik selalu membawa harapan baik bagi masa depan mereka sebagai generasi yang kelak akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini. Ada rasa bangga dan haru ketika melihat kondisi adik-adik yang meski belum sepenuhnya mendapatkan jaminan sosial yang layak, tetapi memiliki semangat belajar yang tidak pernah padam. Kekurangannya tak pernah membatasi tekad mereka untuk terus berkembang.

Karenanya, para relawan TBM juga dibina untuk meningkatkan kepekaan sosial, kemampuan bernalar kritis, serta analisis sosial lainnya. Hal ini terutama terlihat dalam kepedulian mereka terhadap perkembangan literasi pendidikan di lingkungan sekitar taman baca masyarakat.

Relawan TBM senantiasa hadir untuk menginisiasi kepentingan pendidikan anak, memberikan ruang kebebasan dalam berkarya, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta mendorong kreativitas baik bagi adik-adik maupun bagi para relawan sendiri.