Pencarian populer

Hagia Shopia: Saksi Perjalanan Konstantinopel Menuju Istanbul

Museum Hagia Sophia di Istanbul. (Foto: ayasofyamuzesi.gov.tr)

Hagia Shopia (Aya Sofia), mendengar namanya saja mungkin kita terbayang akan sesuatu yang indah.

Salah satu ikon negara Turki ini menjadi saksi tumbangnya kota Konstantinopel, ibukota Kekasiraan Byzantium/Romawi Timur ke tangan Kesultanan Utsmaniyah pada 1453.

Hagia Sophia yang berdiri sejak tahun 537 awalnya merupakan sebuah gereja Ortodoks. Namun penaklukan kota yang dipimpin Sultah Muhammad Al Fatih (Mehmet II) menandai pula berakhirnya status gereja yang disandang bangunan tersebut.

[Baca Juga: Al Fatih Sang Penakluk]

Sultan Muhammad Al-Fatih (Foto: Wikimedia Commons)

Al Fatih mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Salat Jumat pertama pun dilakukan pada 1 Juni 1453.

Simbol-simbol yang menggambarkan Kristen Ortodoks ataupun gereja banyak diganti dengan atribut-atribut Islam seperti mihrab, mimbar, dan empat menara di sekeliling bangunan utama.

[Baca Juga: Merayakan Penaklukan Konstantinopel dengan Rekor Dunia]

Meski demikian ornamen-ornamen Kristen tetap terlihat menghiasai bangunan ini. Perpaduan inilah yang membuat Hagia Sophia menjadi salah satu bangunan paling indah sedunia.

Museum Hagia Sophia di Istanbul. (Foto: ayasofyamuzesi.gov.tr)

Perubahan Hagia Sophia menjadi masjid juga diiringi dengan perubahan nama kota Konstantinopel menjadi Islambul yang berarti "Kota Islam".

Al Fatih tetap menjamin keamanan penduduk Kristen dan memberikan ruang bagi mereka untuk beribadah. Sang sultan membeli separuh gereja di kota dan mengubahnya sebagai masjid, separuh lainnya tetap dibiarkan sebagai tempat pelaksanaan ibadah kaum kristen.

Untuk menambah jumlah penduduk Muslim, umat Islam di Anatolia, Edirne dan Rumelia banyak yang bermigrasi ke Istanbul.

Selama ratusan tahun Hagia Sophia mampu mempertahankan fungsinya pusat peribadatan umat muslim di Islambul. Namun gerakan revolusi yang menjunjung sekulerisme muncul.

Mustafa Kemal Pasha (Foto: meb.gov.tr)

Pada 1923 Mustafa Kemal meruntuhkan sistem Kekhilafahan Utsmaniyah dan mengubahnya menjadi Republik Turki. Sosok yang menjadi presiden pertama republik tersebut menutup Hagia Sophia sebagai masjid dan mengubahnya menjadi museum.

Nama kota Islambul pun pudar tergantikan oleh Istanbul yang menjadi nama resmi sang kota dua benua hingga sekarang.

Those heroes that shed their blood and lost their lives ... You are now lying in the soil of a friendly country. Therefore rest in peace. There is no difference between the Johnnies and the Mehmets to us where they lie side by side here in this country of ours ... You, the mothers who sent their sons from faraway countries, wipe away your tears; your sons are now lying in our bosom and are in peace. After having lost their lives on this land they have become our sons as well.

- Mustafa Kemal Atatürk

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23