Kumparan Logo

Tak Jadi Impor KRL Bekas Jepang, KAI Percepat 23 Trainset Baru dalam 3 Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penumpang menunggu KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang menunggu KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin menegaskan rencana impor KRL bekas Jepang tak jadi dilaksanakan.

Sebagai gantinya, KAI akan mempercepat pengadaan trainset baru dalam 3 tahun ke depan.

"Kita enggak impor bekas, buat rakyat harus yang baru," ujar Bobby usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis (5/11).

Bobby mengungkapkan, dalam waktu dekat, kebutuhan prioritas KRL adalah sebanyak 8 trainset. Sisanya kemudian dilakukan pengadaan dalam beberapa tahun.

"Jadi ada 8 yang urgent, kemudian total 23 trainset. Kita akan percepat 2-3 tahun, 23 train set baru," sambungnya.

Pengadaan trainset baru tersebut bakal mengutamakan produksi dalam negeri oleh PT Industri Kereta Api (INKA).

"Salah satunya nanti sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri. Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri," tuturnya.