AI dan Keamanan Siber Harus Berjalan Bersama, Ibarat Yin dan Yang

Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menuntut perusahaan untuk menerapkan keamanan sejak awal. Indosat Ooredoo Hutchison dan F5 menilai penggunaan AI serta pengamanan sistem harus menjadi satu kesatuan.
Chief Revenue Officer F5, Chad Whalen, menyebut AI dan keamanan siber memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, perubahan cepat dalam ekosistem AI membawa risiko bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi tersebut tanpa perlindungan.
“Jika Anda tidak menerapkan keamanan saat menggelar AI, Anda berisiko menjadi sasaran eksploitasi oleh AI,” kata Chad, di sela acara peluncuran Indosat Intelligence Suite di Singapura, Jumat (9/10).
Ia menggambarkan hubungan tersebut sebagai Yin dan Yang. Perusahaan membutuhkan pendekatan yang menyatukan pemanfaatan AI dengan perlindungan terhadap ancaman.
Jika Anda tidak memanfaatkan keamanan saat menerapkan AI, Anda berisiko dieksploitasi oleh AI, bukan? Jadi, ini seperti Yin dan Yang di semua lini. Mereka harus benar-benar terpadu, kan?
- Chad Whalen, Chief Revenue Officer F5 -
Chad menjelaskan, kebutuhan pelanggan mencakup kemampuan menjalankan dan memindahkan beban kerja komputasi secara aman. Perlindungan tersebut diperlukan agar perusahaan dapat menjaga kelangsungan operasional bisnis.
Menurutnya, perusahaan perlu memprioritaskan dua hal. Pertama, mengurangi kerentanan permukaan bagian sistem yang berpotensi menjadi sasaran penyerang. Kedua, menjaga integritas data agar perusahaan dapat memindahkan beban kerja dengan keyakinan bahwa data tetap utuh serta sistem tetap berkinerja baik.
Pandangan serupa datang dari Chief TechCo Transformation & Procurement Indosat Ooredoo Hutchison, Vishal Gupta. Ia menegaskan bahwa perusahaan perlu membangun keamanan di dalam AI.
"Keamanan harus dibangun di dalam AI. Jadi, pandangan kami adalah Anda harus memiliki AI yang aman dan fleksibel," ujar Vishal.
Karena itu, Vishal tidak melihat AI dan keamanan sebagai dua hal yang berdiri sendiri. Keamanan menjadi bagian dari cara perusahaan mengembangkan dan menggunakan teknologi tersebut.
Chad mengatakan tantangan perusahaan saat ini terletak pada kecepatan perubahan AI. Perusahaan harus memahami perkembangan teknologi dan menjaga keamanan sambil memenuhi tuntutan bisnis yang terus bergerak.
Chad menyatakan keyakinannya bahwa fondasi platform keamanan AI tersebut dapat menjawab berbagai persoalan pelanggan. Pendekatannya tetap bertumpu pada penyatuan AI dan keamanan, pengurangan celah serangan, serta perlindungan integritas data untuk mendukung operasional bisnis.
