Data Science Bantu Wujudkan Kota Pintar Ramah Lingkungan di Indonesia

Saya Muhammad Firdaus, mahasiswa Teknologi Sains Data, Universitas Airlangga yang memiliki minat terhadap Machine Learning dan AI. Didorong oleh komitmen terhadap inovasi, saya fokus pada penciptaan solusi yang berdampak melalui proyek berbasis data.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Firdaus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menggunakan data untuk transportasi, energi, dan pengurangan polusi menjadi kunci menuju kota yang berkelanjutan.
Kota pintar kini tidak hanya tentang digitalisasi layanan publik, tetapi juga tentang keberlanjutan lingkungan.
Dengan bantuan data science, kota-kota di Indonesia memiliki peluang untuk menjadi kota pintar yang ramah lingkungan, hemat energi, dan nyaman bagi warga.
Penggunaan big data dan machine learning memungkinkan pemerintah kota memantau dan mengelola beberapa aspek penting, seperti lalu lintas, penggunaan listrik, dan kualitas udara.
Data ini kemudian diolah untuk membuat keputusan yang didasarkan pada fakta, sehingga kebijakan lingkungan menjadi lebih tepat sasaran.
Di negara-negara maju, teknologi ini sudah banyak digunakan.
Kota Kopenhagen, misalnya, menggunakan sensor lingkungan untuk memantau emisi kendaraan dan menyesuaikan rute transportasi umum. Sementara Singapura memanfaatkan analitika prediktif untuk mengatur pencahayaan jalan dan sistem pendingin ruangan di gedung publik, agar lebih hemat energi.
Indonesia pun mulai melakukan hal yang sama.
Beberapa kota besar sedang mencoba sensor untuk mengukur kualitas udara secara real-time serta sistem pengaturan lampu lalu lintas berbasis data untuk mengurangi kemacetan dan polusi.
“Kota pintar yang ramah lingkungan bukan hanya impian, tetapi kebutuhan.
Data science membuat pengelolaan kota lebih presisi, hemat energi, dan ramah lingkungan,” kata Prof. Andini Wicaksono, ahli teknologi perkotaan dari Institut Teknologi Bandung.
Meskipun memiliki potensi besar, tantangan juga masih ada, seperti ketersediaan infrastruktur digital, integrasi data antar lembaga, serta keterbatasan tenaga ahli.
Namun, para ahli berkeyakinan bahwa dengan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan startup teknologi, hambatan ini bisa diatasi.
Dengan strategi yang tepat, data science bisa menjadi kunci dalam merealisasikan kota pintar yang hijau di Indonesia—kota yang tidak hanya pintar secara digital, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang.
