Konten dari Pengguna

Jagung Jadi Peluang Usaha, Mahasiswa KKN Dampingi Warga Kembangkan Usaha

Muhammad Iqbal Humam Darojatun

Muhammad Iqbal Humam Darojatun

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Iqbal Humam Darojatun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Undip menyampaikan materi edukasi pemasaran susu jagung
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Undip menyampaikan materi edukasi pemasaran susu jagung

Desa Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri – Potensi jagung sebagai komoditas pangan lokal di Desa Ngadirojo Kidul dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, jagung umumnya hanya diolah secara sederhana atau dijual dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah. Kondisi tersebut menyebabkan potensi ekonomi dari hasil pertanian jagung belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat desa.

Potensi Jagung yang Belum Optimal

Sebagian masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, menyampaikan bahwa keterbatasan pengetahuan mengenai pengolahan pangan dan pemasaran produk menjadi salah satu faktor penghambat dalam pengembangan olahan jagung. Produk olahan yang berpotensi memiliki nilai tambah belum banyak dikembangkan, sehingga ketahanan pangan dan peluang peningkatan pendapatan masyarakat belum maksimal.

Salah satu warga, Bu Winarti, menyampaikan bahwa selama ini jagung di desa hanya dimanfaatkan secara sederhana.

“Selama ini jagung cuma kami rebus atau dijual mentah. Kami belum kepikiran kalau bisa diolah jadi produk lain yang lebih menguntungkan,” ujar Bu Winarti.

Memperkenalkan produk olahan jagung menjadi susu jagung kepada warga

Upaya Mahasiswa KKN dalam Pengolahan dan Pemasaran Susu Jagung

Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammad Iqbal Humam Darojatun dari Program Studi Ekonomi Islam melaksanakan kegiatan sosialisasi peningkatan ketahanan pangan desa melalui pengolahan susu jagung dan pendampingan pemasaran di Desa Ngadirojo Kidul. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengolahan jagung menjadi susu jagung sebagai produk pangan alternatif yang bernilai ekonomi serta memiliki peluang pasar yang cukup luas.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai proses pengolahan jagung menjadi susu jagung, mulai dari tahap persiapan bahan baku hingga produk siap dikonsumsi. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman terkait strategi pemasaran sederhana, seperti penentuan sasaran konsumen, cara promosi produk, serta pentingnya pengemasan dan pelayanan dalam menunjang penjualan produk olahan.

Sosialisasi ini mendapat respons positif dari peserta kegiatan. Bu Nina yang merupakan salah satu anggota PKK menilai bahwa program ini menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih paham kalau jagung bisa diolah jadi produk yang punya nilai jual. Selama ini kami belum pernah terpikir sampai ke arah pemasaran dan pencatatan usaha,” ujar Bu Nina, salah satu warga Desa Ngadirojo Kidul.

Namun demikian, keterbatasan pengalaman dalam praktik pemasaran dan pencatatan penjualan masih menjadi kendala yang perlu mendapatkan pendampingan lanjutan.

Langkah Awal Pemberdayaan Masyarakat

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pengolahan susu jagung dapat menjadi alternatif usaha sederhana yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat Desa Ngadirojo Kidul, sekaligus menjadi langkah awal dalam meningkatkan nilai tambah komoditas jagung secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu program saja, tetapi bisa dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan yang benar-benar dikelola oleh masyarakat,” ujar Muhammad Iqbal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dari kampus ke lingkungan desa, sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi pangan.