KAI Siapkan KRL Bekas dari Jepang, Bantu Tambal Operasional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi KRL. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KRL. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

PT Kereta Api Indonesia atau KAI akan menyiapkan rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional di lintas Jabodetabek.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan terdapat 23 trainset KRL bekas Jepang yang disiapkan, terdiri dari 7 trainset dengan SF 12 dan 16 trainset dengan SF 8.

“Jadi tadi kan sudah saya sampaikan, itu ada 7 trainset dengan SF 12 plus dengan 16 trainset SF 8. Untuk sebagai transisi kita dulu,” kata Bobby usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).

Pengadaannya, kata Bobby, ditargetkan dapat dilakukan sesegera mungkin untuk membantu kebutuhan operasional KRL saat ini.

“Ya yang namanya segera ya, kan sekarang sudah berteriak-teriak. Ya, sudah berteriak-teriak ya harus kita tambal dulu operasional kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Bobby turut menanggapi keluhan penumpang terkait kondisi KRL yang terasa panas. Ia mengatakan kapasitas pendingin udara (AC) pada KRL baru lebih besar dibandingkan kereta eks Jepang.

Menurutnya, kapasitas AC pada kereta eks Jepang berada di angka sekitar 4.200, sedangkan kereta baru seperti produksi China dan PT Industri Kereta Api (INKA) mencapai sekitar 6.000 atau lebih.

“Kalau kita lihat kan kereta-kereta baru kita itu AC-nya, kapasitas AC-nya kan lebih. Kalau kereta ex-Jepang itu 4.200 ya? 4.200, kalau kereta-kereta baru kayak Cina, kemudian INKA itu kan 6.000 ya, 6.000 lebih,” kata Bobby.

Bobby mengatakan persoalan tersebut akan turut dibenahi melalui proses peremajaan KRL eks Jepang. Setelah diremajakan, kapasitas AC pada kereta tersebut ditargetkan meningkat.

“Ya, nanti begitu kita remajakan kereta-kereta Jepang ini, semuanya itu kan akan 6.000. Kalau 6.000 sudah enggak gerah lagi lah,” katanya.