Kepala BGN Terima Asosiasi Mitra: Cari Skema Agar Tak Rugi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono merespons langsung keluhan dari sejumlah asosiasi mitra penyedia dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia akan menyusun skema baru agar para mitra yang telah mengeluarkan modal tidak mengalami kerugian.

Sudaryono telah menerima audiensi dari asosiasi mitra tersebut. Ia menghargai para mitra yang telah berinvestasi pada saat pimpinan BGN sebelumnya menjabat.

"Kemarin saya telah menerima salah beberapa asosiasi ya, yang oleh pimpinan yang lama itu kemudian ada semacam komitmen,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

“Terkait protesnya mitra tadi ya, yang pertama, sikap saya adalah saya sangat menghargai mitra bahwa mitra itu kemudian melakukan investasi atas dasar komitmen yang diberikan oleh pimpinan lama," lanjutnya

Meski demikian, Sudaryono tidak bisa merealisasikan janji-janji yang sempat ditawarkan oleh pimpinan BGN terdahulu.

"Maka saya sampaikan kepada mitra yang bersangkutan mungkin saya tidak bisa memenuhi sebagaimana janjinya dulu pimpinan dulu, ya kan diiming-imingi macam-macam apa untung sekian kali sekian kali itu mungkin tidak bisa kami penuhi," tegasnya.

Sudaryono tidak langsung lepas tangan terkait hal tersebut.

Ia mengatakan BGN sedang menyiapkan solusi dan skema baru agar para mitra mendapatkan keadilan, mengingat banyak dari mitra yang telah menggunakan dana pribadi bahkan hingga berutang untuk membangun dapur.

"Tapi kami pastikan akan mencari skema yang adil supaya orang yang sudah bersusah payah ada yang mohon maaf ada yang menggadaikan rumahnya, ada yang enggak berani pulang karena rumahnya itu didatangi orang terus ditagih utang dan lain-lain itu kemudian orang-orang ini mendapatkan keadilan setidaknya tidak dirugikan," jelas Sudaryono.