Oknum Polisi di Aceh Rampok Toko Emas, Tembak Etalase Pakai Laras Panjang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi maling menggunakan topeng. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi maling menggunakan topeng. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Toko Emas Amin Setia yang berlokasi di Jalan Merdeka, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, dirampok. Pelakunya seorang pria yang membawa senjata laras panjang.

Perampokan terjadi Sabtu (18/7) pagi. Pelaku yang menenteng senjata laras panjang memecahkan kaca etalase tempat penyimpanan emas dengan cara menembaknya. Kemudian, ia menggasak sejumlah perhiasan emas sebelum melarikan diri.

Aparat kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekitar toko dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti serta menyelidiki identitas pelaku.

Bripda MZ (28), anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus perampokan sebuah toko emas di Aceh, ditangkap petugas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Foto: Dok. Istimewa

Keuchik Gampong Pasar Hendradi Putra mengatakan perampokan diduga dilakukan seorang diri. Warga sempat mendengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata tersebut.

"Sebelumnya terdengar bunyi letusan senjata. Tak lama kemudian, suasana di sekitar lokasi mendadak heboh setelah terdengar teriakan warga yang memperingatkan adanya aksi perampokan," kata Hendradi Putra dikutip dari Antara.

Ia mengaku tidak menyaksikan langsung saat pelaku menjalankan aksinya. Namun, ia sempat melihat pelaku ketika melarikan diri dari lokasi menggunakan sepeda motor.

Menurutnya, pelaku menggunakan sepeda motor jenis matic, mengenakan pakaian serba hitam, serta memakai helm berwarna putih.

"Menurut keterangan warga, pelaku memecahkan kaca tempat emas dengan cara menembak. Kendaraannya matic, dia memakai baju serba hitam, helm putih," ucapnya.

Pelaku Ternyata Oknum Polisi

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto. Foto: Dok. Polda Aceh

Tak lama setelah peristiwa terjadi, tim gabungan Polres Aceh Selatan dan personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap pelaku. Ternyata, pelaku adalah oknum polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan terduga pelaku berinisial MZ (28). MZ ditangkap kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya.

"Terduga pelaku berinisial MZ diamankan bersama sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat menjalankan aksinya," kata Joko Krisdiyanto.

Saat ini, kata Joko Krisdiyanto, MZ menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana tersebut. Kini, penanganan kasus tersebut telah diambil alih Polda Aceh.

Perwira menengah Polda Aceh itu mengatakan MZ merupakan oknum anggota Polri. Kepolisian menyatakan akan menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, MZ mengakui perbuatannya. Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas," kata Joko Krisdiyanto.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut. Kepolisian akan membuktikan komitmennya melalui penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan siapa pun terlibat tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum berlaku. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh," kata Joko Krisdiyanto.