Banyak Orang Bekasi Kini Tak Mengenal Kuliner Ini, Padahal Warisan Turun Temurun

Mahasiswa Pariwisata Universitas Budi Luhur
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari MUHAMMAD RASYID RIDA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penulis By: Muhammad Rasyid Rida & Jasmine Qur'ani

Saat mendengar kata kuliner khas Bekasi , kebanyakan orang mungkin langsung teringat sayur gabus pucung. Namun, tahukah Anda bahwa Bekasi memiliki salah satu makanan tradisional yang kini hampir tidak pernah terdengar lagi?
Namanya Dondong Burung.
Bukan makanan berbahan buah kedondong seperti yang banyak orang kira, melainkan hidangan tradisional yang menggunakan kulit pohon kedondong sebagai bumbu utama dan dipadukan dengan burung sawah yang diolah bersama rempah-rempah. Rasanya gurih, aromanya khas, dan menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat Betawi pesisir di masa lalu.
Sayangnya, kuliner ini kini berada di ambang terlupakan.
Ketika Makanan Viral Mengalahkan Warisan Budaya
Setiap minggu selalu ada makanan baru yang viral di media sosial. hingga berbagai minuman kekinian. Ribuan orang rela mengantre hanya untuk mencoba makanan yang sedang tren.
Sementara itu, kuliner tradisional seperti Dondong Burung justru semakin sulit ditemukan.
Ironisnya, banyak anak muda Bekasi yang belum pernah mendengar nama makanan ini, apalagi mencicipinya. Padahal, makanan tersebut merupakan bagian dari identitas daerah mereka sendiri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kita sering lebih mengenal budaya luar dibandingkan kekayaan kuliner yang lahir dari lingkungan sendiri.
Bukan Sekadar Makanan, tetapi Cerita Kehidupan Masyarakat
Dondong Burung bukan hanya soal rasa.
Di balik setiap proses memasaknya, terdapat kisah tentang bagaimana masyarakat Betawi pesisir memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya. Burung sawah yang dahulu mudah ditemukan menjadi sumber protein, sedangkan kulit pohon kedondong dimanfaatkan sebagai bahan yang memberikan aroma dan cita rasa khas.
Semua itu lahir dari kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan yang tersedia di alam.
Sayangnya, perubahan zaman mengubah segalanya.
Lahan persawahan beralih fungsi menjadi kawasan permukiman dan industri. Habitat burung sawah semakin berkurang. Akibatnya, bahan utama Dondong Burung pun semakin sulit diperoleh sehingga makanan ini perlahan menghilang dari meja makan masyarakat.
