Konten dari Pengguna
Memilih Diri Sendiri Atau Orang Baru
3 Desember 2025 14:33 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Memilih Diri Sendiri Atau Orang Baru
Tulisan ini menjelaskan bagaimana cara mengolah patah hati dengan menggunakan dua metodeM Fahmi Yahya
Tulisan dari M Fahmi Yahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Cinta merupakan salah satu kebutuhan dari setiap seseorang, karena dari cinta itu sendiri kita bisa menyukai hal-hal yang membuat kita bahagia, yang dimana hal itu dirangkap dalam perasaan kita atau orang lain. Tapi, cinta juga memiliki kausalitas (Sebab-Akibat) salah satunya patah hati.
ADVERTISEMENT
Patah hati merupakan rasa sakit emosional atau penderitaan mendalam akibat kehilangan orang yang dicintai, baik karena putus cinta, penolakan, atau kematian. Namun, saya akan memfokuskan pada aspek relationship atau hubungan dengan seseorang.
Ketika kita mengalami patah hati dampak yang diberikan sangat signifikan hingga puncaknya seseorang dapat melakukan Suicide Side atau bunuh diri. Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Organisasi Riset Kesehatan, BRIN, Yurika Fauzia Wardhani. Dia memaparkan data sejak 2012 hingga 2023 terjadi 2.112 kasus bunuh diri.
Untuk mencegah dampak dari break up terjadi kita perlu berbagai metode, namun yang saat ini paling umum di gunakan ada 2, yaitu: Rebound Relationship dan Self Healing/Personal Growth Phase, dari 2 hal metode ini kita bisa mengurangi dampak-dampak buruh terjadi, perlu diketahui juga dari 2 metode ini memiliki kekurangan dan kelebihan.
ADVERTISEMENT
Rebound Relationship
Rebound Relationship sebuah metode yang dimana seseorang yang telah berpisang dengan pasangan langsung memasuki atau memulai hubungan baru secara instan, guna untuk nengalihkan rasa sakit/mengisi kekosongan emosional dalam diri seseorang.
Metode ini biasanya terjadi dalam waktu dekat biasanya 1-3 bulan, motifnya untuk mencari validasi, mengisi kekosongan dan melupakan masa lalu, tetapi metode ini juga memiliki kekurangan bahkan bisa dikatakan metode yang tidak efektif. Karena ketika seseorang langsung melompat ke hubungan baru dia tidak memiliki waktu untuk merefleksikan dirinya, selain itu Rebound Relationship juga bisa dikatakan hubungan yang tidak stabil dan tidak sehat, bahkan bisa dikatakan cenderung lebih cepat berakhir karena belum memiliki pondasi.
Data dari situs worldmetrics.org menyebut bahwa sekitar 50–70% rebound relationship berakhir dalam waktu singkat (misalnya kurang dari 6 bulan). Masalah umum dalam rebound adalah kurangnya kedewasaan emosional untuk meninggalkan masa lalu, sehingga potensi konflik, ketidaksetiaan, dan rasa sakit ulang meningkat.
ADVERTISEMENT
Tetapi, ada juga yang menerapkan metode ini yang berhasil dalam menjalankan relationship. dari sumber klikdokter.com menyebut Beberapa kasus rebound dianggap sukses, tapi perlu digaris bawahi jika individu secara sadar menggunakan fase itu untuk mencoba “move on”, bukan sekadar pelarian emosional. Dalam situasi demikian, rebound bisa membantu seseorang melewati trauma putus dengan lebih cepat.
Self Healing/Personal Growth Phase
Metode yang kedua merupakan metode yang berfokus pada diri sendiri, metode ini tidak menjalin hubungan secara langsung namun lebih fokus terhadap diri sendiri, pemulihan, refleksi dan pengembangan diri.
Ciri-cirinya ada jeda waktu untuk pemulihan diri karena jika seseorang langsung memilih lompat ke hubungan baru maka hubungan tersebut belum tentu berhasil. Selain itu, seseorang bisa fokus intropeksi diri seperti memahami luka, pola dan emosi. Metode ini juga dapat memberikan dampak stabil secara mental dan emosional dan bisa menyadari bahwa hubungan sehat dimulai dari diri sendiri yang sehat. Intinya ketika seseorang menerapkan metode ini ia bisa menyembuhkan, memperbaiki pola, dan tumbuh menjadi versi diri yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Self-healing memang penting, tetapi punya beberapa kekurangan. Kadang orang terjebak terlalu lama dalam proses penyembuhan hingga menunda hubungan baru karena merasa “belum siap.” Ada pula yang berubah menjadi terlalu menyendiri sampai jatuh pada isolasi dan overthinking, karena tidak ada masukan dari luar untuk memperbaiki blind spot diri. Self-healing juga dapat menjadi alasan untuk menghindari komitmen atau kenyataan emosional yang sulit dihadapi.
Selain itu, tidak semua luka bisa sembuh sendirian; beberapa masalah membutuhkan bantuan profesional atau kehadiran orang lain. Jika dilakukan berlebihan, self-healing dapat membuat seseorang terlalu fokus pada diri sendiri dan melupakan pentingnya hubungan yang sehat sebagai bagian dari proses pemulihan.
Singkatnya, self-healing baik, tetapi harus seimbang, ia bukan tujuan akhir, melainkan jembatan menuju kedewasaan dan kemampuan membangun hubungan yang lebih matang.
ADVERTISEMENT
Patah hati bisa juga menjadi bahan pelajaran kita untuk kedepannya, tapi tergantung bagaimana kita mengolah patah hati tersebut apakah dengan cara melompat ke hubungan baru atau memahami dirimu terlebih dahulu dan dari 2 hal tersebut juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

