Konten dari Pengguna

Tips Publikasi Artikel Ilmiah #10: Menyebutkan Caption Gambar/Tabel yang Benar

Muji Setiyo

Muji Setiyo

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyebutkan gambar yang benar dalam artikel ilmiah (Sumber: Dok. Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyebutkan gambar yang benar dalam artikel ilmiah (Sumber: Dok. Penulis)

Dalam dunia penulisan artikel ilmiah, hal-hal kecil bisa berdampak besar. Salah satunya adalah cara kita menulis referensi terhadap gambar di dalam teks. Kedengarannya sepele, bukan? Tapi tahukah Anda bahwa hanya karena satu huruf kecil, sebuah artikel ilmiah bisa dianggap tidak rapi secara editorial?

Coba perhatikan kalimat berikut ini:

“Ada perbedaan temperatur kabin yang signifikan karena pemasangan kipas tambahan sebagaimana disajikan pada gambar lima.”

Sekilas tampak tidak ada yang salah. Tapi bagi editor jurnal atau dosen pembimbing yang teliti, kalimat tersebut mengandung kekeliruan. Kata “gambar” seharusnya ditulis dengan huruf kapital: Gambar lima.

Kenapa?

Cross Reference: Bukan Sekadar Estetika, Tapi Standar Ilmiah

Dalam dokumen ilmiah, penulisan rujukan seperti Gambar, Tabel, atau Bab idealnya menggunakan fitur cross reference (referensi silang). Fitur ini bukan hanya untuk estetika, tapi punya fungsi penting:

  • Memudahkan navigasi. Di dokumen digital (seperti PDF), klik pada “Gambar 5” akan langsung membawa pembaca ke gambar tersebut.

  • Menjaga konsistensi. Jika urutan gambar berubah, nomor referensi akan ikut berubah otomatis tanpa perlu kita repot-repot mengedit manual.

  • Meningkatkan profesionalitas. Jurnal-jurnal bereputasi tinggi sangat ketat soal hal ini. Huruf kapital, format penulisan, semuanya diperhatikan.

Dan karena cross reference memperlakukan “Gambar” sebagai label resmi, maka wajib ditulis dengan huruf kapital: Gambar 1, Gambar 2, dan seterusnya. Ini berlaku juga dalam bahasa Inggris: kita menulis Figure 1, bukan figure 1.

Bayangkan Anda membaca jurnal ilmiah internasional. Biasanya, kata Figure 5 muncul dengan tautan berwarna biru. Klik langsung melompat ke ilustrasinya. Ini semua terjadi karena penulis atau copyeditor menggunakan cross reference yang konsisten.

Detail Kecil, Dampak Besar

Mungkin Anda bertanya-tanya: apa pentingnya semua ini?

Jawabannya sederhana: karena penulisan ilmiah adalah tentang presisi dan profesionalitas. Setiap detail, sekecil apapun, mencerminkan kepedulian penulis terhadap kualitas karyanya. Maka jangan anggap remeh soal huruf kapital saat menyebut Gambar, Tabel, atau Bab.

kumparan post embed

Jadi, Mulai Sekarang…

  • Pastikan Anda menulis Gambar 1, bukan gambar 1.

  • Tulis Tabel 3, bukan tabel 3.

  • Dan sebut Bab 4, bukan bab 4.

Karena di dunia akademik, perhatian terhadap hal kecil bisa menjadi pembeda antara naskah yang biasa-biasa saja dan karya yang layak diterbitkan di jurnal bereputasi.

Dapatkan versi videonya di:

Temukan artikel lainnya tentang "Tips Publikasi Artikel Ilmiah"

muji.blog.unimma.ac.id