Konten dari Pengguna

Tips Publikasi Artikel Ilmiah #9: Spasi, Simbol, dan Singkatan Juga Penting

Muji Setiyo

Muji Setiyo

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan kebahasaan dalam penulisan artikel ilmiah (Sumber: Dokumentasi Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Kesalahan kebahasaan dalam penulisan artikel ilmiah (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menulis artikel ilmiah tak sekadar soal gagasan brilian. Ketelitian kebahasaan pun memainkan peran penting. Editor jurnal atau reviewer kerap memberi perhatian lebih pada hal-hal kecil yang sayangnya sering diabaikan penulis.

Berikut ini beberapa contoh kesalahan kebahasaan yang tampak sepele, namun berdampak besar terhadap kualitas naskah ilmiah:

Spasi yang Salah Tempat

Contoh yang sering ditemukan:

Pengaruh medan magnet pada struktur bahan bakar : Sebuah review.

Kesalahan terletak pada spasi sebelum titik dua. Seharusnya ditulis tanpa spasi, yaitu:

Pengaruh medan magnet pada struktur bahan bakar: Sebuah review.

Simbol Derajat yang Ditulis Manual

Contoh:

Temperatur tubuh pasien terukur 5 ⁰C.

Yang sering keliru adalah mengetik angka nol kecil (⁰) secara manual. Penulisan yang benar adalah menggunakan simbol derajat ° melalui fitur Insert Symbol di pengolah kata, menjadi:

5 °C (bukan 5 ⁰C).

Penulisan Simbol Kimia yang Kurang Teliti

Contoh:

Mesin itu mengeluarkan emisi CO2 yang cukup tinggi.

Simbol 2 seharusnya ditulis sebagai subskrip, menjadi:

CO₂

Penulisan yang benar ini penting agar sesuai dengan konvensi internasional dalam naskah ilmiah.

Angka di Awal Kalimat

Contoh yang kurang tepat:

5 sendok garam dimasukkan ke dalam semangkuk kuah sayur.

Sebaiknya angka di awal kalimat ditulis dalam huruf:

Lima sendok garam dimasukkan ke dalam semangkuk kuah sayur.

Ini berlaku tidak hanya di tulisan ilmiah, tapi juga di tulisan populer yang mengutamakan kerapian bahasa.

Singkatan yang Tidak Tepat Penulisannya

Contoh:

CNG (Compress Natural Gas) diperoleh dari kerak bumi.

Yang benar adalah menyebutkan kepanjangan terlebih dahulu, baru disingkat:

Compressed Natural Gas (CNG)

Setelah itu, penulis cukup menggunakan singkatan CNG pada penyebutan berikutnya.

kumparan post embed

Mengapa Harus Peduli Hal Sepele Ini?

Kesalahan kebahasaan seperti ini memang tidak menyebabkan penolakan naskah secara langsung. Namun bagi editor dan reviewer, kesalahan kecil ini mencerminkan ketelitian penulis. Dalam dunia publikasi ilmiah, kualitas sebuah karya tidak hanya diukur dari kedalaman analisis atau temuan yang signifikan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap kaidah kebahasaan dan akademik.

Oleh sebab itu, penting bagi penulis untuk selalu memeriksa ulang tulisannya sebelum dikirim ke jurnal atau diterbitkan. Gunakan fitur spell checker, minta teman sejawat untuk proofreading, atau pelajari kembali panduan penulisan akademik yang berlaku.

Semangat menulis!

Dapatkan versi videonya di:

Youtube

Instagram

Tiktok

Temukan artikel lainnya tentang "Tips Publikasi Artikel Ilmiah"

muji.blog.unimma.ac.id