Konten dari Pengguna

Pembaruan Kurikulum sebagai Langkah Menyongsong Pendidikan Masa Depan

Musada lisam

Musada lisam

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Musada lisam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh ilustrasi :https://www.gettyimages.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh ilustrasi :https://www.gettyimages.com

Perubahan kurikulum dalam dunia pendidikan Indonesia sudah menjadi hal yang wajar dan terus berlangsung dari masa ke masa. Hingga saat ini, Indonesia sudah mengalami lebih dari dua belas kali pergantian kurikulum, termasuk Kurikulum Merdeka yang sedang diterapkan. Menurut Prof. Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, seorang guru besar dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), perubahan tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dihindari, melainkan sebuah keharusan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tuntutan masa depan.

Dalam pidato pengukuhannya sebagai profesor pada akhir Oktober 2024, Prof. Bachtiar menyampaikan bahwa kurikulum memiliki peran sentral dalam dunia pendidikan. Ia tidak hanya sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga menjadi penentu arah pendidikan serta fondasi dalam membentuk karakter dan kemampuan peserta didik agar siap bersaing di masa depan.

Lima Pokok Penting dalam Menyusun Kurikulum

Agar kurikulum yang dirancang bisa benar-benar membentuk generasi unggul dan sesuai dengan arah pendidikan nasional, Prof. Bachtiar menekankan pentingnya beberapa prinsip utama dalam pengembangannya:

1. Tujuan yang Jelas dan Terarah

Mengacu pada UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan seharusnya mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki iman, akhlak mulia, kesehatan jasmani, kemandirian, serta tanggung jawab sebagai warga negara yang baik.

2. Arah atau Orientasi Kurikulum

Dalam pengembangannya, kurikulum bisa dilihat dari tiga pendekatan:

o Transmisi: Pengetahuan dan nilai-nilai disampaikan dari guru ke siswa.

o Transaksi: Guru dan siswa saling berinteraksi, saling belajar dalam proses pendidikan.

o Transformasi: Peserta didik diarahkan untuk tumbuh secara pribadi, sosial, dan sadar akan potensinya.

3. Prinsip-prinsip dalam Pengembangan Kurikulum

Sebuah kurikulum perlu memenuhi beberapa prinsip dasar, seperti:

o Relevansi: Isi kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan zaman dan masyarakat.

o Fleksibilitas: Kurikulum harus bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

o Kontinuitas: Harus ada kesinambungan antar jenjang pendidikan.

o Efektivitas dan Efisiensi: Penerapannya harus tepat sasaran dan tidak boros sumber daya.

4. Model Konseptual Kurikulum

Ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan dalam merancang kurikulum:

o Akademik: Fokus pada penguasaan mata pelajaran.

o Humanistik: Menekankan pentingnya pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

o Rekonstruksi Sosial: Menyiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

o Teknologis/Kompetensi: Menggabungkan antara pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

5. Kompetensi dan Tuntutan Zaman

Untuk menjawab tantangan global, peserta didik perlu dibekali dengan beberapa kemampuan penting, yaitu:

o Kemampuan berpikir kritis

o Kreativitas dalam menyelesaikan masalah

o Kemampuan bekerja sama (kolaborasi)

o Keterampilan komunikasi

o Pembentukan karakter yang kuat

o Pemahaman tentang kewarganegaraan

Prof. Bachtiar menegaskan bahwa semua pendekatan dan prinsip tersebut tidak perlu dipisah-pisahkan atau dibandingkan satu sama lain. Justru semuanya harus diramu dan digabungkan dengan harmonis, sesuai dengan situasi dan tujuan pendidikan nasional. Dengan begitu, kurikulum akan benar-benar menjadi alat yang mampu menyiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.

Musadalisam, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang.