Pemerintah Enggan Tanggapi Kondisi Jalan Rusak di Villa Pamulang

Mutia, seorang mahasiswa semester satu prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Konten dari Pengguna
2 Desember 2022 15:22
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mutia Karimatussania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kondisi jalan berlubang di Villa Pamulang. Sumber foto: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jalan berlubang di Villa Pamulang. Sumber foto: Pribadi
ADVERTISEMENT
Jalan rusak dan berlubang di jalan Villa Pamulang, kota Tangerang Selatan menjadi hal yang cukup serius bagi para pengendara yang melintasi jalan tersebut. Hal ini menjadi sebuah masalah bagi para pengendara, karena mereka harus berhati-hati saat melintasi jalan tersebut agar tidak terperosok ke lubang jalan yang terisi air terutama pada saat musim hujan. Selain dapat menghambat kegiatan, juga dapat menjadikan lebih lama dalam menempuh perjalanan. Kerusakan jalan seringkali menimbulkan kerugian karena kendaraan menjadi rusak pada saat menerjang jalan tersebut.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai jalan Villa Pamulang ini merupakan jalan penghubung antara Kota Depok Provinsi Jawa Barat menuju Kota Tangerang Selatan, di mana ini menjadi jalan alternatif bagi para pengendara yang ingin cepat sampai ke tempat tujuan tersebut. Tanpa disadari, para pengendara yang lebih memilih jalan ini menimbulkan kemacetan di sebagian besar jalan menuju pintu keluar Komplek Villa Pamulang. Jalan tersebut tidak hanya di lintasi oleh kendaraan-kendaraan pribadi saja, melainkan kendaraan seperti truk-truk besar pun juga ikut melintasi jalan tersebut.
Dikabarkan akhir-akhir ini banyak pengendara yang mengeluh kepada pemerintah akan kondisi jalan yang penuh dengan lubang dan tambalan. Jalan yang tadinya mulus kini berubah menjadi jalan yang rusak. Suasana gelap pada saat malam hari pun terkadang membuat lubang di jalan tidak begitu terlihat.
ADVERTISEMENT
Pengalaman saya ketika melintasi jalanan tersebut acap kali tidak disengaja melewati lubang besar dalam kondisi berkendara dengan sepeda motor dan dalam kategori kecepatan sedang, namun dengan begitu efeknya terasa begitu berbahaya ditambah dengan penerangan yang minim hingga menyebabkan hentakan cukup keras.
Kondisi jalan ambles di Villa Pamulang. Sumber foto: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jalan ambles di Villa Pamulang. Sumber foto: Pribadi
Pantauan yang ada di lokasi, jalan ambles juga menutup hampir seperempat jalan. Kondisi ini cukup membahayakan bagi pengendara yang melintas, sehingga warga memasang tanda atau rambu peringatan agar pengendara dapat melihat dan menghindari jalan tersebut.
Di tengah kondisi ini, diharapkan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk segera memperbaiki jalan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 dijelaskan bahwa jalan adalah suatu prasarana transportasi yang meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap berikut perlengkapan yang diperuntukkan lalu lintas, yang berada di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah, serta di atas permukaan air kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan dijelaskan bahwa penyelenggaraan jalan yang konsepsional dan menyeluruh perlu melihat jalan sebagai suatu kesatuan sistem jaringan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat kegiatan.
Banyak yang berpendapat bahwa, jalan rusak mungkin disebabkan karena kualitas pembangunan jalan yang kurang bagus disertai hujan yang terus-menerus turun mengguyur jalan hingga terkadang banjir sampai menutupi jalan. Selain itu, kerusakan disebabkan karena banyaknya lalu-lalang kendaraan berat seperti truk gandeng, truk tronton, truk pasir, hingga truk pick up meubel kayu jati.
Adapun faktor penyebab terjadinya kerusakan jalan tersebut, antara lain:
1. Sistem Drainase yang Buruk
Suatu jalan yang memiliki drainase buruk, dapat mengakibatkan air menjadi menggenang di jalan. Jika menggenang dalam waktu yang cukup lama, maka dapat mengakibatkan jalanan menjadi rusak dan berlubang akibat pengikisan terus-menerus oleh air.
ADVERTISEMENT
2. Kelebihan Muatan Kendaraan
Volume muatan atau beban kendaraan sangat mempengaruhi kerusakan jalan, karena bahan pengaspalan jalan daerah tersebut belum tentu memiliki komposisi yang dapat mampu menahan muatan yang berat layaknya sesuai dengan bahan yang bernilai Standar Nasional Indonesia (SNI).
3. Tidak Stabilnya Kondisi Tanah
Sebelum melakukan pembangunan atau konstruksi pengaspalan jalan pada lahan, tentunya dilakukan terlebih dahulu pengecekan tanah. Kondisi tanah yang sebelumnya tidak stabil seperti tanah lempung jika dilakukan pengaspalan hingga selesai, jalanan tersebut yang terus-menerus dilalui kendaraan berat pada akhirnya akan cepat rusak.
4. Perencanaan Perkerasan yang Tidak Sesuai
Memperhitungkan berbagai faktor seperti jenis jalan yang akan dibuat, perencanaan geometrik jalannya, lapisan dan data tanah yang akan dibangun, desain, dan sebagainya merupakan hal yang penting. Namun terkadang perencanaan tidak sesuai dengan realisasi atau kenyataan di lapangan, sehingga perencanaan yang dibuat tidak sesuai ekspektasi setelah direalisasi.
ADVERTISEMENT
5. Faktor Bencana Alam
Untuk faktor bencana alam memang sulit dihindari, seperti retakan jalan akibat gempa bumi, bencana banjir, atau lainnya. Dengan ini pemerintah perlu berupaya keras menaggulangi kerusakan jalan dengan konstruksi jalan yang lebih baik di daerah yang rawan bencana alam.
6. Kurangnya Perawatan atau Pemeliharaan
Kurangnya perawatan atau pemeliharaan pada aspal jalan yang dibiarkan terus menerus dapat mengakibatkan timbulnya lubang besar maupun kecil yang dapat membahayakan pengguna jalan yang melintasinya. Oleh karena itu, diperlukan perawatan jalan secara berkala oleh instansi terkait agar tidak membahayakan pengguna transportasi terutama pengendara sepeda motor.
Sebagai sesama pengguna jalan, seharusnya saling menginginkan untuk merawat dan terus berhati-hati saat menggunakan fasilitas jalan raya. Pembangunan jalan raya yang buruk akan menyebabkan kerusakan dini pada konstruksi jalan. Kerusakan jalan raya seperti jalan yang berlubang hingga jalan yang amblas ini dapat membahayakan pengguna jalan karena dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, sehingga perlunya penanganan segera jika diketahui terdapat kerusakan jalan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020