Kumparan Logo

JCWF 2026 Resmi Dibuka, Ajak Pengunjung Reconnect dengan Diri Sendiri, Alam, dan Budaya

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
JCWF 2026 Resmi Dibuka, Ajak Pengunjung Reconnect dengan Diri Sendiri, Alam, dan Budaya. Foto: kumparanWOMAN
zoom-in-whitePerbesar
JCWF 2026 Resmi Dibuka, Ajak Pengunjung Reconnect dengan Diri Sendiri, Alam, dan Budaya. Foto: kumparanWOMAN

Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 resmi dibuka pada Jumat (6/11) di Loman Park Hotel Yogyakarta. Festival yang diinisiasi Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPPD DIY) ini berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (8/11).

Tahun ini menjadi penyelenggaraan keempat JCWF sejak pertama kali digelar pada 2023. Temanya RECONNECT: “Reconnecting People, Culture & Wellbeing”. Lewat tema ini, JCWF mengajak pengunjung untuk kembali terhubung dengan diri sendiri, sesama, budaya, dan alam.

Hari pertama festival diawali dengan Pentahelix Forum dan Opening Ceremony. Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan cultural wellness di Yogyakarta.

Filosofi Jawa sebagai Akar Wellbeing

Melalui JCWF 2026, Yogyakarta memiliki kekuatan untuk mengembangkan pariwisata wellness. Foto: kumparan

Ketua BPPD DIY, GKR Bendara, menegaskan bahwa budaya punya keterkaitan erat dengan konsep wellbeing. Menurutnya, nilai-nilai filosofi Jawa seperti hamemayu hayuning bawana, semangat gotong royong, serta harmoni antara manusia dan alam relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hidup yang lebih seimbang.

“Melalui JCWF, kami ingin menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki kekuatan untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan destinasi, tetapi juga pengalaman yang memberikan nilai bagi kehidupan. Budaya, komunitas, alam, dan praktik wellbeing merupakan potensi yang dapat saling terhubung untuk memperkuat daya saing pariwisata Yogyakarta,” ujar GKR Bendara.

Festival ini juga mendapat dukungan Kementerian Pariwisata. Saat peluncuran JCWF 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, pada Jumat (30/10), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Yogyakarta punya potensi besar dalam pengembangan cultural wellness. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, dengan catatan pengembangan pariwisata tidak boleh menghapus identitas lokal dan nilai budaya.

92 Program dalam Enam Tema Wellness

Ketua BPPD DIY, GKR Bendara melakukan prosesi pecah kendil di malam pembukaan JCWF 2026. Foto: kumparan

JCWF 2026 menghadirkan 92 program wellness berupa workshop, kelas, sesi privat, dan berbagai aktivitas pengalaman. Festival ini melibatkan 97 komunitas dan mitra terkurasi, termasuk 65 praktisi wellness dan 36 artisan market. Sebanyak 19 program bisa diikuti secara gratis.

Program-program tersebut terbagi dalam enam tema:

1. Spiritual & Energy Healing (23 program): mengeksplorasi spiritualitas, tradisi, dan keseimbangan diri.

2. Mental Health & Emotional Wellbeing (18 program): pengalaman dan diskusi seputar kesehatan mental dan pengelolaan emosi.

3. Meditation & Sound Healing (17 program): praktik meditasi, relaksasi, dan pengalaman lewat suara.

4. Healthy Food & Herbals (13 program): pengenalan pangan sehat, herbal, dan pengetahuan tradisional.

5. Breathwork & Mindful Movement (11 program): olah tubuh, pernapasan, dan gerak sadar.

6. Art Therapy (10 program): seni dan kreativitas sebagai ruang ekspresi dan refleksi diri.

Kamu bisa mencoba kelas yoga, pilates, meditasi, sound healing, lokakarya seni kreatif, pengolahan rempah dan jamu, talkshow, hingga sesi konsultasi privat bersama praktisi.

Di luar kelas, ada Wellness Artisan Market yang terbuka untuk umum. Market ini menjual produk pilihan dari artisan lokal, mulai dari pangan sehat, herbal, kerajinan, hingga produk kreatif berbasis kearifan lokal. Festival juga menyediakan Community Space, Business Matching Lounge, Main Stage, dan sesi konsultasi One-on-One.

Wellness yang Juga Peduli Lingkungan

Keberlanjutan menjadi salah satu prinsip penyelenggaraan JCWF 2026. Untuk urusan sampah, panitia bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, lewat inisiatif Zero Waste Management, yaitu pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber. Jejak karbon dari aktivitas festival juga dihitung dan rencananya akan dikompensasi lewat penanaman pohon.

Pengunjung pun diajak ikut berkontribusi lewat kebiasaan sederhana, seperti membawa tumbler sendiri, memanfaatkan water station, naik transportasi umum, dan memilah sampah selama di area acara.

Tahun ini, JCWF juga menggandeng Komunitas Sekolah Air Hujan Banyu Bening untuk edukasi pemanenan air hujan. Komunitas ini membuka booth informasi, dan pendirinya, Sri Wahyuningsih, S.Ag., akan mengisi sesi Inspiring Talk bertajuk “Menabung Air, Merawat Masa Depan: Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan” pada Sabtu (7/11).

Info Festival

Tanggal: 6–8 November 2026

Lokasi: Loman Park Hotel Yogyakarta

Tiket masuk: Gratis, dengan registrasi

Reservasi program: atourin.com/en/jcwf2026

Instagram: @jcwf.id