Kumparan Logo

Rekomendasi Thrifting Hidden Gem di Flea Market Eropa

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Thrifting hidden gem di flea market Eropa. (Foto: Lovers Lane Portobello Market.Dok)
zoom-in-whitePerbesar
Thrifting hidden gem di flea market Eropa. (Foto: Lovers Lane Portobello Market.Dok)

Thrifting di flea market atau pasar loak memiliki keseruan tersendiri. Serasa berburu harta karun, hal-hal tak terduga seringkali dapat ditemukan di sana. Jaket-jaket vintage keluaran rumah mode ternama, kaos retro hingga gaun-gaun dari abad 19.

Barang-barang mode di flea market biasanya terasa unik, memiliki sejarah dari berbagai era serta berharga miring. Terlebih lagi, bagi mereka yang menolak kehadiran fast-fashion, belanja di pasar-pasar loak jadi sebuah pernyataan sikap.

Belanja baju bekas bisa mengurangi limbah pakaian sekaligus menonjolkan gaya individualitas. Berikut pilihan flea market terpopuler di Eropa serta panduan belanjanya:

Les Puces de Saint-Ouen, Paris

Thrifting hidden gem di flea market Eropa. (Foto: Marche Paul Serpette. Dok)

Membanggakan diri sebagai pasar loak terbesar di dunia, Les Puces de Saint-Ouen mencakup total area seluas tujuh hektar dan terdiri dari sebelas pasar-pasar beratap. Berada di gerbang masuk utara kota Paris, tiap tahunnya menerima sebanyak 5 juta pengunjung yang terdiri dari warga lokal dan turis asing. Barang-barang antik berkualitas tinggi seperti furnitur, lukisan dan benda-benda seni lainnya adalah kekuatan pasar ini. Tak heran jika pasar ini dipenuhi oleh kaum kelas atas dan selebritas.

Bagi pecinta mode, pasar ini memanjakan selera yang tinggi. Berbagai kios memiliki spesialisasi barang-barang mode era tertentu serta busana dan aksesori dari rumah mode ternama seperti jaket Chanel, gaun Yves Saint Laurent hingga syal dan tas Hermès. Konsentrasi terbanyak berada di kawasan Pasar Paul Bert & Serpette.

Jika perhiasan antik yang dicari, pergilah ke Pasar Biron. Sempatkan ke Pasar Dauphine yang fotogenik untuk unggahan konten paling top di akhir pekan!

Portobello Road Market, London

Thrifting hidden gem di flea market Eropa. (Foto: Sitara Portobello Market. Dok)

Paling ramai di hari Sabtu, pemburu pakaian vintage sebaiknya datang Jumat pagi. Selain saat pasar tak penuh sesak, bisa menelusuri barang dengan santai, dan harganya pun bisa lebih murah dibanding hari Sabtu. Terdiri dari lima pasar yang berbeda, kawasan pakaian vintage berada di antara Lancaster Road dan jalan layang Westway.

Di bawah naungan kanopi Portobello Green berbagai merek ikonis Inggris seperti Burberry, Vivienne Westwood, dan Alexander McQueen dapat dijumpai. Para pelajar dan pelaku mode berdatangan untuk mencari inspirasi tren mode terkini serta berburu berbagai busana unik yang langka. Perhiasan dan jam tangan antik, jaket-jaket fur tua berkualitas, juga termasuk yang menjadi andalan pasar loak terpopuler di Inggris ini.

Veras, Copenhagen

Thrifting hidden gem di flea market Eropa. (Foto: Veras Copenhagen)

Belanja pakaian bekas adalah bagian dari budaya kota Copenhagen. Jika kota-kota lain dipenuhi turis dan pengunjung dengan minat tertentu, di kota ini loppemarked alias pasar loak dan belanja second hand adalah bagian dari gaya hidup yang turun temurun. Bagi mereka, membeli satu yang berkualitas lebih baik dari membeli banyak barang-barang bermutu rendah.

Sangat dimengerti mengapa kota ini memiliki banyak pasar loak seperti Gentofte, dan Frederiksberg yang menawarkan berbagai porselen Royal Copenhagen dan furnitur vintage, serta Veras yang berfokus pada baju-baju bekas berkualitas.

Pasar Veras buka tiap minggu di bawah jembatan Bispeengbuen pada musim semi ke gugur, dan pindah ke Nørrebrohallen saat musim dingin. Selain belanja, warga juga dapat menjual pakaiannya di sini. Ganni, Stine Goya, Cecile Bahnsen, Rotate Birger Christensen adalah sederet label favorit asal Denmark yang banyak dijumpai.

Mauerpark Flohmarkt, Berlin

Thrifting hidden gem di flea market Eropa. (Foto: Flohmrkt.dok)

Berlin menawarkan segala macam aliran gaya fashion di pasar loak terkenalnya Mauerpark. Dengan 2 euro pengunjung bisa membawa pulang pakaian bekas bergaya girlie, grunge hingga heavy metal. Jajaran stand baju-baju bekas berbaris dengan perhiasan vintage serta boks-boks berisi piringan hitam. Buka tiap minggu dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore, pasar ini juga memiliki berbagai kios makanan internasional yang membuat pemburu ‘harta karun’ bisa beristirahat dan santai sejenak. Tak cukup dengan itu, keramaian pasar loak ini ditambah dengan kehadiran panggung terbuka khusus untuk karaoke. Tampaknya belanja lalu berdendang adalah aktivitas yang populer di Berlin!

Penulis: Rifina Marie