Urgensi Pelaksanaan Tradisi Sedekah Laut Bagi Masyarakat di Kabupaten Cilacap

Mahasiswi fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan
Tulisan dari Nabilah Kurniasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedekah laut merupakan tradisi yang melekat dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Cilacap. Tradisi ini dilestarikan secara turun temurun dari generasi ke generasi oleh masyarakat pesisir pantai di Pulau Jawa yang mayoritas berprofesi nelayan. Tradisi sedekah laut diselenggarakan di setiap pesisir pantai Pulau Jawa. Dalam pelaksanaannya pun memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Di Kabupaten Cilacap kelompok masyarakat yang masih menjaga kelestarian tradisi ini antara lain kelompok Lengkong, PPSC, Tegalkatilayu, Pandarang, Sentolokawat, Kemiren, Nelayan Donan dan Sidakaya. Ritual sedekah laut biasa dikenal dengan Perayaan pesta laut di Kabupaten Cilacap. Prosesi diawali dengan membuat sesaji berupa makanan yang dirangkai kemudian ritual siram air dan menggiring sesaji untuk dihanyutkan dari Pantai Teluk Penyu Cilacap hingga ke tengah hutan lepas. Acara ini diakhiri dengan syukuran masyarakat setempat.
Prosesi yang Sangat Menarik
Rangkaian upacara diawali dengan ziarah atau nyekar ke Pulau Majethi Pantai Karang Bandung. Melalui perantara air suci ketua adat memimpin permohonan agar tangkapan ikan pada masa panen berlimpah dan seluruh nelayan diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi ini diikuti oleh kelompok nelayan dari berbagai daerah di Kabupaten Cilacap. Kemudian prosesi memohon doa di Pendopo Kabupaten Cilacap yang dihadiri oleh pejabat dan tokoh nelayan. Acara ini diselingi dengan tarian tradisional dari setiap kelompok nelayan. Masyarakat dari luar kota boleh berpartisipasi memeriahkan tradisi ini sebagai hiburan. Acara diawali dengan membawa rangkaian sesaji. Sesaji terdiri dari Jolen Tunggul sebagai jolen utama kemudian diikuti jolen-jolen pengiring. Jolen diarak-arakkan ke Pantai Teluk Penyu kemudian dinaikkan ke atas kapal nelayan yang telah dihias. Selanjutnya Jolen dihanyutkan ke lautan lepas dari Pulau Majethi.
Sebagai Wujud Rasa Syukur
Hingga saat ini tradisi sedekah laut masih diselenggarakan rutin setiap tahunnya. Tradisi ini menunjukkan bahwa budaya adalah hasil pemikiran manusia. Nilai luhur yang terkandung dalam tradisi sedekah laut di Kabupaten Cilacap adalah sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada sang pencipta atas anugerah dan karunia-Nya. Masyarakat Kabupaten Cilacap tidak dapat meninggalkan upacara sedekah laut. Tradisi ini sangat berarti bagi masyarakat setempat. Fungsi dari tradisi sedekah laut adalah untuk menumbuhkan sikap gotong royong, rukur, dan mempererat tali persaudaraan serta menjadi sarana hiburan. Tradisi sedekah laut adalah perwujudan rasa syukur yang dibuktikan melalui tindakan yang nyata. Masyarakat kabupaten Cilacap memahami pentingnya bersyukur atas karunia Tuhan. Ungkapan syukur dalam tradisi ini diwujudkan dengan melarung sesaji ke laut karena masyarakat setempat percaya bahwa Tuhan yang memberikan sebagian limpahan anugerah hasil laut.
Simbol Interaksi Manusia dengan Tuhan
Pada prosesi menghanyutkan sesaji ke laut lepas makna penting yang dapat diambil adalah kemakmuran akan datang setelah manusia bersedekah. Kemakmuran bisa datang dalam wujud apapun misalnya hasil tangkapan ikan yang melimpah. Mayoritas masyarakat Kabupaten Cilacap beragama Islam. Mereka berpedoman untuk menjalankan kehidupan bermasyarakat dengan nilai moral tinggi. Disamping melaksanakan tradisi nenek moyang mereka juga tetap menjalankan keyakinan beragama sesuai kaidah Islam. Masyarakat setempat menganggap bahwa tradisi sedekah laut sejalan dengan nilai luhur moral dalam keyakinan beragama. Masyarakat tidak mengartikan bahwa tradisi adalah agama. Namun, tradisi adalah budaya yang mencerminkan nilai luhur agama. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Upacara Sedekah Laut Kab. Cilacap bahwa tradisi ini bukan hanya sebagai wujud rasa syukur tetapi juga merupakan bentuk interaksi simbolik antara manusia dengan tuhan. Sesaji yang dihanyutkan ke laut juga merupakan bentuk keikhlasan hati masyarakat dan diharapkan mampu mengetuk pintu langit agar Tuhan memberikan keberkahan.
