Tren Mindful Consumption: Kesadaran untuk Lebih Bijak Mengonsumsi Sesuatu
·waktu baca 2 menit

Tidak hanya diimplementasikan saat yoga, konsep mindfulness kini mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang sedang tren adalah mindful consumption.
Praktik ini sebenarnya merujuk pada kesadaran penuh saat mengkonsumsi sesuatu. Harapannya, mindful consumption dapat meminimalisir pemborosan dan dampak negatif bagi tubuh, kesehatan, maupun lingkungan.
Penelitian bahkan menunjukkan, mindful consumption dapat menjadi wujud menyayangi diri sendiri karena berkorelasi terhadap rasa cukup. Hal ini menyadarkan seseorang untuk lebih menghargai apa yang dimiliki, membuat keputusan konsumsi lebih bijak, serta mengurangi stress akibat keinginan yang tak terkendali.
The Conversation pun membuat studi kasus atas pernyataan itu. Misalnya, saat seorang di tanggal gajian dihadapkan kepada berbagai diskon dan promosi produk teknologi di e-commerce. Mempraktikkan mindful consumption bisa dimulai dengan menantang diri dengan pertanyaan sederhana: “Apakah saya memerlukan gawai ini? Apabila saya membayar ini dengan opsi cicilan, apakah saya bisa membayar bunganya? Apakah ada alternatif lain, selain dari membeli alat ini?”
Dengan kesadaran penuh, pertanyaan-pertanyaan tadi dapat menjadi pertimbangan dalam membeli sesuatu dan melihat konsekuensinya di masa depan.
Mindful Consumption dan Tren Less Sugar
Perilaku mindful consumption tak sebatas untuk berbelanja saja, tapi juga bijak dalam mengonsumsi asupan harian. Tak jarang, kita sering tergiur dengan promo makanan dan minuman tanpa benar-benar mempertimbangkan kandungan gizinya. Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini membuat pola konsumsi yang dapat mengganggu kesehatan.
Sebenarnya, sudah banyak masyarakat yang sadar akan hal ini dan memilih untuk lebih bijak dalam mengonsumsi sesuatu. Gula, contohnya.
Ya, dalam membeli produk minuman, kita kini bisa dengan mudah meminta pengurangan gula atau memilih varian rendah gula. Di sisi lain, pemerintah juga telah menerapkan aturan agar perusahaan dapat mengurangi kandungan gula dalam produk-produk mereka.
Tren less sugar pun kian populer seiring dengan adanya kemudahan ini, menunjukkan semakin banyak konsumen yang mulai memperhatikan kandungan gula dalam produk yang mereka konsumsi.
Tak heran, hasil survei Home Tester Indonesia kepada 800 anggotanya di bulan Mei 2026, sebanyak 9 dari 10 orang memilih Teh Pucuk Harum Less Sugar sebagai minuman kemasan yang paling enak dibandingkan produk less sugar yang pernah dikonsumsi sebelumnya.
Dibuat dari 100 persen pucuk daun teh pilihan, rasanya tetap enak dan tidak ada rasa hambar atau pahit meski gulanya lebih rendah.
Teh Pucuk Harum Less Sugar sudah tersedia di toko kelontong, minimarket, dan supermarket terdekat. Yuk, coba sekarang!
