Konten dari Pengguna

5 Perbedaan Lulur dan Scrub, Panduan untuk Kulit yang Sehat dan Bercahaya

N

Nadira Lestari Amirah

Pecinta seni dan literatur

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadira Lestari Amirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Lulur dan Scrub, Foto:Unsplash/Lala Azizli
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Lulur dan Scrub, Foto:Unsplash/Lala Azizli

Perbedaan lulur dan scrub sering kali menjadi pertanyaan yang muncul ketika seseorang ingin lebih serius merawat kulitnya agar tampak sehat dan bercahaya.

Tidak jarang, keduanya dianggap sama karena sama-sama berkaitan dengan pengelupasan sel kulit mati. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, terdapat nuansa berbeda yang membuat masing-masing metode memiliki ciri khas tersendiri.

Saat berbicara mengenai perawatan tubuh, penting bagi kita untuk memahami bahwa kulit memerlukan perhatian khusus, bukan hanya demi penampilan, tetapi juga demi kesehatan.

Perbedaan Lulur dan Scrub

Ilustrasi Lulur, Foto:Unsplash/Lala Azizli

Perbedaan lulur dan scrub sering kali menjadi pertanyaan bagi banyak orang yang peduli dengan perawatan kulit.

Meski sekilas terlihat mirip karena sama-sama berfungsi mengangkat sel kulit mati, keduanya ternyata memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda. Agar tidak salah memilih perawatan, mari bahas perbedaannya satu per satu.

Berikut adalah perbedaan lulur dan scrub, sebagaimana dikutip dari laman uk.elemis.com:

1. Tekstur Bahan yang Digunakan

Pertama, perbedaan paling mencolok terletak pada teksturnya. Lulur umumnya memiliki butiran yang lebih kasar karena sering dibuat dari bahan alami seperti beras atau rempah.

Sementara itu, scrub memiliki tekstur lebih halus dengan partikel kecil, sehingga terasa lebih lembut di kulit.

2. Fungsi Utama Perawatan

Selanjutnya, lulur biasanya berfungsi untuk mencerahkan kulit sekaligus memberikan nutrisi tambahan. Sebaliknya, scrub lebih fokus pada eksfoliasi ringan yang membuat kulit terasa bersih, segar, dan bebas kotoran.

3. Cara Pemakaian

Kemudian, cara pemakaian lulur umumnya dilakukan dengan membalurkan pasta lulur ke seluruh tubuh lalu digosok perlahan. Sedangkan scrub bisa digunakan lebih praktis, biasanya cukup diaplikasikan saat mandi dengan gerakan melingkar.

4. Frekuensi Penggunaan

Dari segi frekuensi, lulur sebaiknya digunakan 1–2 kali seminggu karena teksturnya yang lebih kasar. Berbeda dengan scrub, perawatan ini dapat dilakukan lebih sering, misalnya 2–3 kali seminggu, karena lebih lembut di kulit.

5. Hasil yang Diperoleh

Lulur cenderung memberikan hasil yang lebih tahan lama berupa kulit lebih cerah dan halus setelah pemakaian rutin. Sementara itu, scrub memberikan efek instan berupa rasa segar dan bersih, meski hasil jangka panjangnya tidak sedalam lulur.

Meskipun sama-sama bermanfaat, penting bagi kita untuk memahami perbedaan lulur dan scrub agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing. Dengan begitu, hasil perawatan bisa lebih maksimal dan kulit pun tetap sehat bercahaya. (KIKI)

Baca juga: 4 Produk Double Cleansing untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat