Kenapa Retinol Tidak Boleh Dipakai Setiap Hari? Simak Jawabannya di Sini
Pecinta seni dan literatur
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nadira Lestari Amirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa retinol tidak boleh dipakai setiap hari? Pertanyaan ini kerap muncul di benak banyak orang yang baru mengenal dunia skincare, terutama mereka yang tertarik mencoba bahan aktif yang sedang populer ini.
Retinol memang sering disebut sebagai salah satu kandungan andalan karena mampu membantu berbagai permasalahan kulit, mulai dari tekstur yang tidak rata, noda hitam, hingga tanda-tanda penuaan.
Popularitasnya semakin meningkat berkat banyak ulasan positif dari para ahli kecantikan maupun pengguna yang merasakan perubahan nyata pada kulit mereka.
Kenapa Retinol Tidak Boleh Dipakai Setiap Hari?
Kenapa retinol tidak boleh dipakai setiap hari? Kulit memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan zat aktif yang cukup kuat, sehingga pemakaian setiap hari di awal dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, kemerahan, atau mengelupas, terutama pada kulit yang sensitif.
Dikutip dari laman healthline.com, mengungkapkan bahwa retinol sebaiknya digunakan secara bertahap agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan iritasi.
Dengan demikian, frekuensi pemakaian yang rendah di awal menjadi langkah penting sebelum akhirnya kulit dapat terbiasa dan retinol bisa digunakan setiap malam.
Pada praktiknya, retinol biasanya dipakai satu hingga dua kali dalam seminggu pada tahap awal, dan kemudian frekuensinya dapat ditingkatkan.
Hal ini karena kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, sementara terlalu cepat meningkatkan frekuensi justru dapat memicu iritasi.
Pemakaian awal dibatasi tidak lebih dari selang sehari selama dua minggu pertama, karena pendekatan ini membantu kulit menyesuaikan diri tanpa tekanan berlebih.
Jika setelah dua minggu kulit tidak menunjukkan tanda-tanda iritasi, frekuensi dapat ditingkatkan menjadi dua malam berturut-turut, kemudian satu malam istirahat. Setelah sekitar satu bulan tanpa keluhan berarti, retinol kemungkinan besar aman digunakan setiap malam.
Retinol sebaiknya diaplikasikan pada malam hari, sebab malam adalah waktu alami bagi kulit untuk memperbaiki diri dan pergantian sel berada pada puncaknya.
Dengan begitu, proses regenerasi kulit dan manfaat retinol dapat bekerja lebih maksimal selaras dengan ritme alami tubuh.
Retinol termasuk dalam kelompok retinoid, yaitu turunan vitamin A, yang mencakup retinol, retinaldehyde, dan tretinoin.
Retinol umumnya terdapat dalam produk perawatan kulit bebas resep, sementara tretinoin atau retinoic acid, yang lebih kuat, tersedia melalui resep dokter dan biasanya digunakan untuk jerawat parah yang tidak merespons pengobatan lain.
Retinol bekerja dengan merangsang pergantian sel kulit, sehingga dapat mengurangi jerawat membandel, memudarkan bintik hitam, dan membantu mencegah kerusakan kolagen yang memicu keriput.
Selain itu, retinol juga membantu membuat tekstur kulit lebih halus dan warna kulit tampak lebih merata.
Namun, retinol tidak cocok untuk semua orang. Individu dengan kondisi seperti alergi kulit, eksim, atau rosacea perlu berhati-hati, karena percepatan pergantian sel dapat menimbulkan kekeringan dan pengelupasan.
Oleh sebab itu, bagi mereka dengan kondisi kulit tertentu, konsultasi dengan tenaga medis sangat disarankan sebelum menggunakan retinol. (DANI)
Baca juga: Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Menyehatkan Kulit