Perbedaan Peeling dan Eksfoliasi dalam Merawat Kulit Wajah
Pecinta seni dan literatur
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nadira Lestari Amirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan peeling dan eksfoliasi sering menjadi pertanyaan yang muncul dalam perawatan kulit, terutama bagi orang yang baru mengenal dunia skincare.
Banyak orang mendengar kedua istilah ini digunakan secara bergantian, sehingga muncul kebingungan mengenai fungsinya yang sebenarnya.
Kebingungan ini wajar karena keduanya sama-sama berkaitan dengan proses mengangkat sel kulit mati, tetapi memiliki cara kerja dan hasil yang berbeda.
Perbedaan Peeling dan Eksfoliasi
Berikut adalah perbedaan peeling dan eksfoliasi yang dapat membantu memahami fungsi serta manfaat masing-masing metode, mengutip dari jerichoskincare.com.au.
1. Metode Penerapan
Eksfoliasi merupakan proses pengelupasan kulit yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dengan cara fisik maupun kimia.
Pada eksfoliasi mekanis, bahan berbentuk butiran halus atau alat khusus digunakan untuk mengikis sel kulit mati secara lembut dari permukaan kulit.
Sementara itu, eksfoliasi kimiawi menggunakan kandungan asam tertentu dalam konsentrasi rendah yang berfungsi melarutkan ikatan sel kulit mati agar lebih mudah terangkat.
Proses ini biasanya dilakukan secara rutin karena lebih ringan dan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu.
Peeling bekerja dengan menggunakan bahan kimia, khususnya asam, yang menghancurkan ikatan antar sel kulit mati agar terangkat secara lebih mendalam.
Perawatan ini umumnya dilakukan oleh tenaga profesional karena membutuhkan dosis dan pengawasan yang tepat untuk mencegah iritasi serius.
2. Kedalaman Perawatan
Lapisan kulit yang terkena eksfoliasi biasanya hanya bagian terluarnya. Maka, efek yang tampak muncul secara alami dan bertahap. Proses ini membantu kulit tetap halus, lembut, dan siap menyerap produk perawatan lain dengan lebih efektif.
Karena lebih ringan, eksfoliasi bisa dilakukan beberapa kali dalam seminggu sesuai dengan kondisi kulit tanpa menimbulkan risiko yang besar.
Peeling menembus lapisan kulit lebih dalam karena sifat asamnya yang kuat, sehingga hasilnya tampak lebih nyata dalam waktu singkat.
Perawatan ini biasanya digunakan untuk mengatasi masalah kulit yang cukup serius, seperti hiperpigmentasi, kerutan halus, atau bekas luka yang sulit hilang dengan eksfoliasi biasa.
Meskipun hasilnya signifikan, peeling tidak bisa dilakukan sesering eksfoliasi karena risiko iritasi yang tinggi jika dilakukan berlebihan.
3. Jenis Produk yang Digunakan
Dalam eksfoliasi fisik, produk scrub maupun spons wajah menjadi pilihan umum. Fungsinya untuk membersihkan kotoran dan sel kulit mati secara bersamaan.
Eksfoliasi kimia memakai bahan dengan kandungan asam ringan seperti AHA dan BHA yang efektif meluruhkan sel kulit di permukaan.
Peeling memanfaatkan bahan kimia aktif seperti glycolic acid atau salicylic acid. Kandungan tersebut memiliki konsentrasi lebih tinggi untuk hasil yang intensif.
Inilah sebabnya peeling kerap dilakukan dengan pengawasan tenaga profesional agar hasil lebih aman dan maksimal.
4. Manfaat yang Dihasilkan
Eksfoliasi membantu menjaga kebersihan kulit dengan cara menghaluskan tekstur, mengurangi minyak berlebih, serta memaksimalkan penyerapan produk perawatan.
Dengan metode ini, sel-sel kulit mati tidak lagi menumpuk di permukaan. Kulit pun tampak segar, halus, dan sehat.
Sementara itu, peeling memberikan manfaat yang lebih intens seperti menyamarkan noda hitam, mengurangi bekas jerawat, serta memperbaiki tanda penuaan dini.
Oleh karena itu, peeling dianggap sebagai prosedur perawatan kulit yang lebih mendalam dibanding eksfoliasi biasa.
5. Risiko dan Efek Samping
Eksfoliasi fisik relatif aman dilakukan secara rutin dengan frekuensi yang disesuaikan kebutuhan kulit. Namun, pemakaian berlebihan dapat menyebabkan iritasi atau kulit terasa kering.
Peeling berisiko lebih tinggi karena melibatkan bahan kimia dengan konsentrasi tertentu yang dapat menimbulkan efek seperti kemerahan atau pengelupasan berlebihan.
Pemilihan metode harus disesuaikan kondisi kulit agar hasil perawatan memberikan manfaat tanpa menimbulkan masalah tambahan.
Dengan memahami perbedaan peeling dan eksfoliasi, setiap orang dapat memilih perawatan kulit yang paling sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing.
Pemahaman ini membantu memaksimalkan hasil sekaligus meminimalkan risiko dari setiap metode yang dipilih. (Suci)
Baca Juga: Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Menyehatkan Kulit