Konten dari Pengguna

Perbedaan Purging dan Tidak Cocok yang Perlu Diketahui Pengguna Skincare

N

Nadira Lestari Amirah

Pecinta seni dan literatur

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadira Lestari Amirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Purging dan Tidak Cocok, Foto:Unsplash/Victor Meza
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Purging dan Tidak Cocok, Foto:Unsplash/Victor Meza

Perbedaan purging dan tidak cocok dalam penggunaan skincare sering kali menjadi topik yang membingungkan sekaligus menimbulkan rasa khawatir bagi para pengguna, terutama mereka yang masih baru dalam merawat kulit.

Saat mencoba produk baru, reaksi kulit seperti munculnya jerawat, bruntusan, atau kemerahan kerap menimbulkan tanda tanya besar.

Banyak orang akhirnya terburu-buru menghentikan pemakaian skincare yang sebetulnya mungkin bisa memberikan manfaat jangka panjang, sementara sebagian lain tetap memaksakan diri menggunakan produk yang justru berpotensi merusak kesehatan kulit.

Perbedaan Purging dan Tidak Cocok

Ilustrasi Kulit Wajah, Foto:Unsplash/Victor Meza

Perbedaan purging dan tidak cocok dalam penggunaan skincare sering kali menimbulkan kebingungan, apalagi ketika kulit memberikan reaksi yang tidak biasa setelah mencoba produk baru.

Munculnya jerawat, kemerahan, atau kulit mengelupas sering menimbulkan pertanyaan besar yaitu apakah itu tanda kulit sedang beradaptasi atau justru pertanda bahaya?

Oleh karena itu, memahami perbedaan ini sangat penting agar langkah perawatan tidak salah arah.

Purging merupakan kondisi ketika bahan aktif mempercepat regenerasi sel kulit. Proses ini mendorong sumbatan tersembunyi, seperti komedo kecil maupun pori-pori yang tersumbat, naik ke permukaan.

Akibatnya, jerawat bisa tampak lebih banyak pada awalnya, namun kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara. Seiring berjalannya waktu, kulit justru menjadi lebih bersih dan sehat karena sel-sel baru tumbuh lebih cepat.

Berikut adalah beberapa perbedaan purging dan tidak cocok, sebagaimana dikutip dari laman feelsilki.com:

  • Lokasi jerawat: Purging muncul di area yang memang sering berjerawat, sedangkan tidak cocok justru memunculkan jerawat di tempat yang sebelumnya jarang bermasalah.

  • Bentuk dan ukuran: Purging biasanya berupa jerawat kecil seperti komedo putih atau hitam, namun tidak cocok bisa menimbulkan jerawat meradang atau ruam lebih parah.

  • Durasi reaksi: Purging berlangsung singkat, sekitar 2–6 minggu, kemudian kulit berangsur membaik. Sementara itu, tidak cocok justru semakin memburuk seiring waktu.

  • Gejala tambahan: Pada purging, kulit mungkin sedikit kering atau mengelupas, sedangkan kondisi tidak cocok membuat kulit terasa perih, panas, gatal, bahkan meradang lebih serius.

Beberapa bahan aktif, seperti retinoid, AHA (glycolic acid, lactic acid), BHA (salicylic acid), vitamin C dalam beberapa kasus, serta benzoyl peroxide, dikenal dapat memicu purging karena meningkatkan pergantian sel kulit.

Purging dapat dikelola dengan kesabaran, misalnya dengan menggunakan produk secara bertahap, menjaga kelembapan, menghindari bahan aktif tambahan yang terlalu keras, serta rutin memakai tabir surya.

Sementara itu, jika muncul iritasi, produk harus segera dihentikan agar kulit tidak semakin rusak.

Kulit juga perlu ditenangkan dengan bahan lembut seperti aloe vera atau ceramide, kemudian rutinitas sebaiknya disederhanakan hingga hanya pembersih lembut, pelembap, dan tabir surya.

Apabila keluhan terus berlanjut, maka konsultasi dengan ahli kulit menjadi langkah terbaik.

Dengan memahami secara jelas perbedaan purging dan tidak cocok, setiap orang dapat lebih bijak dalam merawat kulit, sehingga perjalanan menjaga kesehatan wajah tetap aman, efektif, dan mendukung hasil yang diharapkan. (DANI)

Baca juga: Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Menyehatkan Kulit