Konten dari Pengguna

Kelas Menengah yang Rentan: Apakah Kritik Karl Marx Masih Relevan?

Nadiyah Lubis

Nadiyah Lubis

Mahasiswa unpam 2026

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadiyah Lubis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika biaya hidup meningkat dan posisi ekonomi terasa semakin tidak pasti, pemikiran Karl Marx tentang kelas dan ketimpangan kembali menarik untuk dibicarakan.

Kelas Menengah Tidak Selalu Aman

Selama ini, kelas menengah sering dianggap sebagai kelompok yang memiliki kehidupan ekonomi cukup stabil. Mereka memiliki pekerjaan, penghasilan tetap, dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti mereka benar-benar aman secara ekonomi. Kenaikan biaya hidup, kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, hingga perubahan dunia kerja dapat membuat sebagian kelas menengah semakin rentan.

Seseorang bisa saja memiliki penghasilan yang terlihat cukup, tetapi tetap kesulitan menabung atau menghadapi keadaan darurat. Di sinilah muncul pertanyaan: apakah posisi kelas menengah saat ini benar-benar seaman yang terlihat?

Mengenal Kritik Karl Marx

Pada abad ke-19, Karl Marx mengembangkan pemikiran mengenai struktur kelas dalam masyarakat kapitalis. Marx melihat adanya perbedaan kepentingan antara kelompok yang memiliki alat produksi dan kelompok pekerja yang menjual tenaga mereka untuk mendapatkan penghasilan.

Menurut pemikiran Marx, kepemilikan modal memiliki peran besar dalam menentukan posisi seseorang dalam sistem ekonomi. Ketimpangan dapat muncul ketika hasil kegiatan ekonomi tidak terbagi secara merata.

Meskipun pemikiran tersebut lahir dalam konteks Revolusi Industri, persoalan mengenai hubungan antara modal, tenaga kerja, dan ketimpangan masih dapat ditemukan dalam perekonomian modern.

Mengapa Masih Relevan?

Kondisi ekonomi saat ini memang jauh lebih kompleks dibandingkan masa Marx. Ada berbagai jenis pekerjaan, profesi, teknologi, serta kelompok ekonomi yang tidak bisa begitu saja dibagi menjadi dua kelas.

Namun, gagasan Marx tetap menarik digunakan untuk melihat mengapa sebagian masyarakat memiliki akses lebih besar terhadap modal dan kesempatan ekonomi dibandingkan yang lain.

Kelas menengah yang kehilangan pekerjaan, memiliki pendapatan yang tidak sebanding dengan kebutuhan, atau sulit meningkatkan kondisi ekonominya menunjukkan bahwa status ekonomi seseorang tidak selalu permanen.

Bukan Sekadar Tentang Kaya dan Miskin

Menurut saya, relevansi pemikiran Marx bukan berarti semua kondisi ekonomi saat ini harus dijelaskan menggunakan teori Marx secara utuh. Justru, pemikirannya dapat menjadi salah satu cara untuk mempertanyakan bagaimana modal, pekerjaan, dan ketimpangan memengaruhi kehidupan masyarakat.

Kelas menengah yang rentan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis membuat seluruh masyarakat merasa aman secara ekonomi. Karena itu, pembahasan mengenai ketimpangan dan kesempatan ekonomi masih penting hingga sekarang.

Ilustri gambar dari ChatGPT/AI

Pemikiran Marx memang lahir lebih dari satu abad lalu, tetapi pertanyaannya masih terasa dekat: siapa yang memiliki modal, siapa yang bekerja, dan siapa yang paling banyak mendapatkan manfaat dari aktivitas ekonomi?