Mengapa Kulit Tetap Kering Meski Sudah Memakai Pelembap?

Pelembap menjadi skincare andalan untuk mengatasi kulit kering. Namun, tak sedikit dari kita yang merasa kulitnya masih kering walaupun sudah mengaplikasikan pelembap.
Menurut dokter spesialis kulit asal Beverly Hills, dr. Jessica Wu, MD bilang kondisi ini dipicu oleh kerusakan skin barrier. Sebab, saat skin barrier rusak, maka kelembapan alami kulit menguap lebih cepat dan hasilnya kulit menjadi cepat kering.
Sementara itu, dermatolog bersertifikat sekaligus CEO dari Skin & Aesthetic Surgery of Manhattan, dr. Michelle Henry mengatakan kulit kering disebabkan oleh kondisi genetik.
“Kulit kering disebabkan oleh kurangnya minyak alami, dan setiap orang memiliki kecenderungan genetik tersendiri terhadap seberapa banyak minyak yang diproduksi secara alami oleh kulit mereka," ungkap dr. Michelle.
Ia menambahkan kalau seiring bertambahnya usia, maka produksi minyak alami akan terus menurun secara alamiah. Lantas, bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Mari simak artikel ini sampai selesai!
Pilih formula pelembap yang tepat
Salah satu kesalahan dalam merawat kulit kering adalah memilih tekstur pelembap yang terlalu ringan. Sebab, kulit kering membutuhkan tidak hanya membutuhkan bahan yang dapat menarik air, seperti asam hialuronat, tetapi juga lipid yang membantu memperkuat skin barrier dan mempertahankan kelembapan kulit.
“Terkadang formula pelembap yang digunakan terlalu ringan. Sebagai contoh, kandungan asam hialuronat memang dapat menarik air, tetapi kulit kering sering kali membutuhkan lipid untuk mengunci air tersebut.," ungkap dr. Jessica.
Ia menyarankan penggunaan pelembap bertekstur krim lebih padat. Lalu, mencari produk dengan kombinasi bahan humektan, emolien seperti ceramide dan squalane, hingga agen oklusif.
Tak hanya masalah formula, kuantitas dan waktu pengaplikasian juga menjadi kunci dalam merawat kulit kering. Pelembap sebaiknya diaplikasikan dalam hitungan menit setelah mencuci muka saat kondisi kulit masih setengah basah.
Jika kulit kembali terasa kencang dan tertarik dalam waktu sepuluh menit setelah pemakaian, hal tersebut menjadi tanda bahwa formula produk yang digunakan belum mencukupi kebutuhan hidrasi harian kulit.
Jangan terlalu agresif dalam merawat kulit
Kebiasaan merawat kulit yang terlalu agresif dapat merusak struktur pertahanan alami kulit secara perlahan. Contohnya penggunaan pembersih wajah berbusa, cairan eksfoliasi, hingga penggunaan retinoid setiap malam secara bersamaan berisiko tinggi mengikis skin barrier.
Dr. Jessica mengingatkan bahwa munculnya serpihan kulit mati atau kulit mengelupas sering kali menandakan bahwa kulit sedang terluka, bukan sinyal bahwa kulit memerlukan eksfoliasi lebih lanjut. Untuk itu, ia menyarankan untuk menghentikan sementara penggunaan bahan aktif hingga kondisi kulit kembali pulih sepenuhnya.
Hindari mandi dengan air panas
Kebiasaan mandi dengan air bersuhu terlalu panas juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alaminya. Sebab, suhu air yang terlalu tinggi dapat melarutkan lemak esensial yang melindungi permukaan kulit dan membentuk skin barrier.
Oleh karena itu, dr. Michelle menyarankan untuk menghindari mandi dengan air hangat dalam durasi terlalu lama. Setelah mandi, segera keringkan tubuh secara lembut dengan cara menepuk-nepuk kulit menggunakan handuk, kemudian langsung aplikasikan pelembap untuk membantu mengunci kelembapan kulit.
Faktor penyebab kulit kering yang perlu dipahami
Faktor internal seperti perubahan kadar hormon dalam tubuh perempuan sering kali luput dari perhatian kita. Penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi selama fase perimenopause secara signifikan membuat kulit menjadi jauh lebih tipis, kering, dan sensitif secara mendadak.
Selain itu, faktor lingkungan seperti paparan pendingin ruangan atau alat pemanas ruangan yang ekstrem turut mempercepat penguapan air dari permukaan sel kulit.
Terakhir, kebiasaan hidup yang kurang sehat seperti konsumsi alkohol dan merokok juga memperburuk kondisi kulit kering. Hal ini dikarenakan alkohol bersifat diuretik yang memaksa tubuh kehilangan banyak cairan. Sementara itu, nikotin mempersempit pembuluh darah sehingga menghambat distribusi nutrisi ke kulit.
Dr. Jessica juga mengingatkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi kondisi kulit. Sebab, kurang tidur dapat mengganggu fungsi skin barrier sehingga kulit lebih sulit mempertahankan kelembapan dan menjadi lebih rentan kering.
