BSI International Expo 2026 Hadirkan 426 Tenant, Target Transaksi Naik 2x Lipat

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menggelar BSI International Expo 2026 bertajuk “Buy Local, Go Global” yang akan diselenggarakan pada 23–25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Selatan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan gelaran ini merupakan ajang yang mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk semakin bangga menggunakan produk lokal sekaligus menjadikan halal lifestyle sebagai bagian dari gaya hidup modern.
“Nah inilah yang kita lihat, bagaimana kita lihat potensi dari industri halal, mulai dari fashion, makanan, wisata, terutama banyak yang trekol, industri turisme, lalu hiburan, dan juga layanan ruangan. Nah ini yang kita lihat potensinya menjadi menarik bagi kita,” ucap Anggoro dalam konferensi pers BSI International Expo 2026 di Kopi Kalyan, Jakarta Selatan, Kamis (14/10).
Anggoro menilai, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri halal karena merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Selain itu, sekitar 51 persen penduduk Indonesia merupakan kelompok anak muda, termasuk generasi Z, yang kebutuhannya diperkirakan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup.
“Karena kita tahu, kalau kita lihat potensinya Indonesia ini tidak ada dari strategi-nya, ya, hanya selain yang menggambarkan potensi kita. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia,” lanjut Anggoro.
Dari sisi transaksi, Anggoro menargetkan nilai transaksi BSI International Expo 2026 mencapai Rp 4 triliun, atau dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar Rp 2 triliun, termasuk transaksi dari business matching dengan mitra luar negeri.
“Jadi kalau kita bicara size-nya kalau tahun lalu itu kurang lebih dua, 2 triliun termasuk matching luar negeri, tahun ini kita targetkan 4 triliun, ya, dua kali lipat,” ujar Anggoro.
Anggoro juga ingin memastikan transaksi yang dihasilkan dari penyelenggaraan expo dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Katanya, pada penyelenggaraan tahun lalu, program business matching internasional cenderung hanya dapat diikuti UMKM tertentu yang telah memenuhi persyaratan ekspor.
“Kalau yang lalu UMKM, tapi hanya UMKM tertentu yang sudah punya, karena gini kalau kita business matching luar negeri, persyaratannya, kan, juga biasanya cukup ketat, ya,” sebutnya.
Sementara itu, pasar domestik dinilai memiliki peluang lebih besar karena masyarakat Indonesia dinilai lebih mudah menerima produk lokal dan pelaku usaha dapat memperkirakan kebutuhan pasar dengan lebih baik.
“Kalau dalam negeri, kan, mereka bisa predict. Jadi konsep kali ini kita ingin lebih banyak yang merasakan dampak dari BSI,” tutur Anggoro.
Adapun BSI International Expo 2026 akan menghadirkan 426 tenant dari berbagai sektor industri halal, mulai dari fesyen, kuliner, kecantikan, halal tour and travel, properti, emas, hingga otomotif.
Selain itu, akan ada juga Business Hub yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan pembeli melalui skema Business to Consumer (B2C) dan Business to Business (B2B). Inisiatif ini diharapkan memperluas jejaring usaha, membuka peluang ekspor, dan mendorong UMKM naik kelas.
