Kumparan Logo

BSI Targetkan Kantor Cabang Jeddah Beroperasi Januari 2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo memaparkan kinerja BSI pada triwulan II tahun 2026 di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Akbar Mubarak/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo memaparkan kinerja BSI pada triwulan II tahun 2026 di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Akbar Mubarak/kumparan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi, mulai beroperasi paling lambat Januari 2027.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, persiapan infrastruktur kantor dan teknologi informasi (IT) di sana telah mencapai sekitar 80 persen.

“Januari (2027) kita paling tidak sudah bisa, sudah bisa operasi di sana dan operasinya, licensing-nya akan bertahap,” kata Anggoro kepada wartawan di sela konferensi pers BSI International Expo 2026, Jakarta, Kamis (15/10).

Anggoro menjelaskan, pembukaan kantor cabang tersebut awalnya direncanakan berlangsung pada akhir 2026. Namun, jadwalnya berpotensi bergeser ke awal 2027 karena masih harus menunggu pemeriksaan dan persetujuan dari regulator setempat.

“Kalau infrastruktur sudah kita siapin, kantornya sudah ada, IT-nya sudah kita siapin, tapi biasanya kan regulator setempat harus mengecek kembali semua checkpoint-nya baru mereka bisa rilis. Tapi kalau kitanya di sisi kita sudah ready,” jelas Anggoro.

Ilustrasi ATM BSI. Foto: Shutterstock

Anggoro mengatakan proses pemenuhan persyaratan juga menjadi tantangan tersendiri karena BSI akan menjadi bank pertama asal Indonesia yang membuka kantor di Arab Saudi. Dengan demikian, perseroan harus mempelajari prosedur dan menyesuaikan diri dengan mekanisme regulator setempat tanpa banyak referensi dari perbankan Indonesia yang lebih dahulu beroperasi di negara tersebut.

“Kita ketemu regulator setempat dengan dengan style-nya mereka, ya, kita sesuaikan aja, karena memang menjadi bank yang pertama masuk satu daerah yang memang sangat besar demand-nya memang challenging,” sebut Anggoro.

Meski proses perizinan cukup ketat, Anggoro menyebut BSI mendapat dukungan dari pemerintah Arab Saudi. Perseroan tetap berupaya melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan agar operasional kantor cabang dapat segera dimulai.

Adapun dari sisi sumber daya manusia (SDM), BSI harus memenuhi ketentuan ketenagakerjaan setempat, yakni sekitar 70 persen karyawan berasal dari tenaga kerja lokal Arab Saudi, dengan kantor cabang tersebut akan beroperasi dengan skema full branch.

“Persyaratan mereka 70 persen dari sana. Kita full branch, tapi kita akan mulai beberapa layanan itu bertahap sambil kita, sambil kita juga eh memahami karakter setempat,” lanjutnya.