Ini 5 Gunung di Jawa Barat yang Paling Pas untuk Pendaki Pemula

Lulusan Magister Ilmu Hukum UNISBA. Berprofesi sebagai penulis, vlogger, dan pendaki gunung. Menuangkan refleksi filosofis alam ke dalam gagasan hukum tata negara untuk mengedukasi masyarakat.
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Nandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berada dan menetap di Jawa Barat berarti kita dikelilingi oleh deretan sabuk pegunungan yang rapat. Kondisi geografis ini sering kali memancing rasa penasaran banyak orang untuk mulai mencoba kegiatan mendaki. Tidak jarang teman teman yang belum pernah memanggul tas keril tiba tiba meminta diajak naik gunung di akhir pekan.
Ego seorang pemula biasanya sangat tinggi. Mereka sering kali langsung menargetkan puncak puncak populer yang berat seperti Ciremai atau Gede-Pangrango karena tergiur foto foto di media sosial. Padahal alam bebas menuntut adaptasi yang bertahap. Kaki butuh latihan berpijak pada medan yang tidak rata dan paru paru butuh penyesuaian perlahan dengan suhu udara yang dingin.
Memaksakan diri di luar batas kemampuan hanya akan mendatangkan cedera atau kapok berkepanjangan. Dari sekian banyak pilihan di halaman rumah kita sendiri di Jawa Barat ini, ada beberapa gunung yang secara lintasan dan fasilitas sangat bersahabat untuk dijadikan lokasi belajar. Berikut adalah lima rekomendasinya.
Gunung Papandayan, Garut (2.665 mdpl)
Papandayan adalah sekolah dasar yang paling sempurna bagi para pendaki. Gunung ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap dari bawah hingga ke area perkemahan Pondok Saladah. Lintasan awalnya cukup landai dengan suguhan pemandangan kawah belerang yang mengepul. Di Pondok Saladah, sumber air mengalir melimpah sehingga kamu bisa belajar mendirikan tenda dan memasak tanpa takut kehabisan logistik air. Bagi saya yang gemar berburu suasana pagi dan memotret taburan milky way di malam hari, area Hutan Mati di atas perkemahan adalah arena bermain yang sangat pas karena jaraknya yang dekat dan rutenya yang terbuka.
Gunung Putri Lembang, Bandung Barat (1.587 mdpl)
Jika kamu benar benar belum pernah tidur di dalam tenda, Gunung Putri Lembang adalah titik nol yang sangat tepat. Waktu tempuh dari pos pendaftaran menuju area puncak hanya memakan waktu sekitar tiga puluh menit dengan berjalan santai. Tempat ini sangat ideal untuk menguji peralatan baru seperti jaket penahan angin atau kantong tidur sebelum kamu membawanya ke gunung yang lebih tinggi. Pemandangan hamparan lampu kota Bandung di malam hari dan kabut tipis saat matahari terbit menjadi bonus yang sangat menenangkan jiwa.
Gunung Kencana, Bogor (1.803 mdpl)
Gunung yang berlokasi di kawasan Puncak Bogor ini sangat cocok untuk menguji ketahanan mental dan otot betis dalam durasi yang singkat. Pendakian Gunung Kencana biasanya hanya memakan waktu sekitar satu hingga dua jam. Namun jangan salah sangka, tepat di awal jalur kamu akan langsung disambut oleh tanjakan berupa susunan anak tangga kayu yang menanjak ekstrem. Tanjakan ini sangat terkenal dan sering digunakan oleh para pejalan untuk melatih ritme napas dan konsistensi ayunan langkah.
Gunung Burangrang, Bandung Barat (2.050 mdpl)
Setelah puas dengan jalur yang terbuka, saatnya belajar mengenali karakter hutan hujan tropis yang rapat di Gunung Burangrang. Lintasan gunung ini dipenuhi oleh akar akar pohon besar yang melintang di sepanjang jalan setapak. Pendakian biasanya memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Berjalan di Burangrang akan mengasah instingmu dalam memilih pijakan yang aman dan tidak licin. Gunung ini adalah tempat pemanasan yang sangat logis sebelum kamu memutuskan untuk menembus lebatnya hutan Gunung Pangrango suatu hari nanti.
Gunung Lembu, Purwakarta (792 mdpl)
Angka ketinggiannya memang tidak sampai seribu meter di atas permukaan laut. Namun Gunung Lembu menawarkan lintasan tanah merah yang kemiringannya sanggup membuat napas tersengal sengal. Waktu tempuhnya sekitar dua jam jalan kaki menembus rimbunnya rute hutan bambu. Puncak dari gunung ini berupa sebuah batu raksasa atau Batu Lembu yang menghadap langsung ke arah hamparan luas Waduk Jatiluhur. Ini adalah opsi pendakian satu hari atau tektok yang sangat direkomendasikan untuk melatih keseimbangan tubuh saat berjalan menurun.
Mendaki gunung bukanlah ajang pembuktian diri apalagi ajang menaklukkan alam. Alam semesta akan selalu menang jika dihadapkan pada ego manusia. Memulai langkah dari gunung-gunung yang bersahabat adalah bentuk kerendahan hati untuk menyadari bahwa tubuh kita butuh proses untuk menjadi tangguh. Kenali fungsi alat keselamatanmu, pelajari cara mengatur napas, bawa turun kembali seluruh sampah logistikmu, dan nikmatilah setiap jengkal proses belajarmu di alam terbuka.
