Konten dari Pengguna

Pertemanan di Era Digital: Dekat Secara Online, Jauh Secara Nyata

Nathalie Graselya Kowel

Nathalie Graselya Kowel

Siswa SMK Katolik St. Familia Tomohon

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nathalie Graselya Kowel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sekelompok orang yang sedang menggunakan HP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sekelompok orang yang sedang menggunakan HP

Di era digital saat ini, hubungan pertemanan menjadi lebih mudah dibangun. Melalui media sosial dan aplikasi pesan, seseorang dapat berkomunikasi dengan banyak orang tanpa dibatasi jarak dan waktu. Teknologi memberi ruang yang luas untuk saling terhubung dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan pertanyaan penting: apakah banyaknya koneksi selalu berarti kedekatan yang nyata?

Banyak remaja memiliki banyak teman di media sosial, tetapi tidak semua memiliki hubungan yang benar-benar dekat. Interaksi digital sering berlangsung cepat dan singkat, sehingga kedalaman komunikasi kadang berkurang. Seseorang dapat terlihat ramai di dunia maya, tetapi tetap merasa sendiri dalam kehidupan nyata.

Menurut Sherry Turkle, teknologi dapat membuat manusia saling terhubung, tetapi belum tentu menciptakan kedekatan emosional. Pernyataan ini menunjukkan bahwa komunikasi yang sering belum tentu sama dengan hubungan yang bermakna.

Dalam pertemanan yang sehat, kehadiran emosional memiliki nilai penting. Mendengarkan, memahami, dan memberi dukungan sering kali lebih berarti daripada sekadar memberi respons singkat di media sosial.

Bagi anak muda, penting untuk memahami bahwa kualitas pertemanan lebih utama daripada jumlah pertemanan. Memiliki beberapa teman yang tulus dan saling mendukung sering kali lebih berharga daripada memiliki banyak hubungan yang bersifat sementara.

Di sisi lain, media sosial tetap dapat menjadi sarana positif apabila digunakan secara bijak. Teknologi dapat membantu menjaga komunikasi, memperluas relasi, dan mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama.

Pada akhirnya, pertemanan bukan diukur dari seberapa banyak nama dalam daftar kontak, tetapi dari seberapa nyata kehadiran seseorang dalam hidup kita.

Dengan demikian, di tengah kemajuan teknologi, anak muda tetap perlu menjaga nilai dasar pertemanan: ketulusan, kepedulian, dan kebersamaan yang nyata.