Banyaknya Mahasiswa yang Tidak Bekerja Sesuai Bidangnya Setelah Lulus

Mahasiswa Teknik Mesin Polines
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nathanael Orlizand Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fenomena lulusan perguruan tinggi yang bekerja tidak sesuai dengan bidang studi yang mereka tentukan saat kuliah sudah marak terjadi di zaman ini. Data dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Detik.com) menunjukkan bahwa sekitar 20% lulusan saja yang bekerja sesuai dengan bidang yang mereka ambil. Sementara, survei dari Kumparan pada tahun 2023 (Kumparan.com) menyatakan bahwa 51,64% responden bekerja tidak sesuai dengan jurusan mereka pada saat kuliah. Kedua data itu menunjukan bahwa memang benar hal ini sudah marak terjadi di zaman ini dan sudah banyak orang yang sedang mengalami hal itu dalam dunia pekerjaan.

Ketidaksesuaian Antara Pendidikan dan Pekerjaan
Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab dari hal itu adalah ketidaksesuaian antara kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri pada zaman ini. Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mengubah sistem pada dunia kerja, tapi tidak semua institusi pendidikan mampu menyesuaikan kurikulum mereka dengan cepat. Akibatnya, lulusan sering kali tidak memiliki keterampilan lebih yang dibutuhkan bagi industri.
Selain itu, perubahan minat dan lapangan pekerjaan juga mempengaruhi pilihan karier bagi para lulusan. Mungkin beberapa dari mereka menemukan passionnya yang berbeda dari jurusan yang mereka pilih, namun ada juga yang terpaksa bekerja di luar bidang karena bidang studi yang mereka pilih atau yang mereka jadikan passion memiliki keterbatasan lapangan pekerjaan yang sesuai.
Pentingnya Memiliki Keterampilan Tambahan
Memiliki keterampilan atau skill tambahan dalam menghadapi realitas ini sangatlah penting. Beberapa alasannya yaitu, perusahaan cenderung mencari kandidat yang memiliki kombinasi antara keterampilan teknik dan soft skills, seperti kemampuan untuk berkomunikasi atau mempresentasikan, kemampuan untuk beradaptasi, pemecahan masalah, dan masih banyak lagi. Dengan begitu kita sama dengan meningkatkan daya saing kita di pasar kerja.
Memiliki keterampilan lebih juga memberikan fleksibilitas karier bagi para lulusan. Mereka jadi tidak terbatas untuk mengejar karier sesuai dengan jurusan kuliah mereka saja, tetapi bisa dalam berbagai bidang yang lebih luas dan menguntungkan.
Langkah Bagi Mahasiswa
Untuk menghadapi realitas ini, mahasiswa dapat mengambil beberapa langkah atau solusi seperti mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Seperti kursus online atau pelatihan yang relevan dengan industri untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan pada pekerjaan.
Lalu, magang dan pengalaman kerja. Mengambil kesempatan magang di berbagai bidang dapat memberikan pengalaman kerja dan memperluas jaringan dan koneksi kita dengan orang lain, memberikan kesempatan kerja yang lebih luas dan terbuka.
Kemudian, pengembangan soft skills. Dengan mengasah keterampilan seperti komunikasi, presentasi, kepemimpinan, manajemen waktu, dan lain-lain akan memberikan nilai lebih di mata pemberi kerja.
Kesimpulan yang dapat ambil dari tingginya persentase lulusan yang bekerja di luar bidang studi mereka mencerminkan bahwa perlunya penyesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan tambahan agar dapat meningkatkan nilai lebih di dunia kerja yang terus berkembang setiap harinya.
