Konten dari Pengguna

Noel Gallagher: Dari Oasis, Menerbangi Supernova

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nicholas Malvin Cassavano tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Noel Thomas David Gallagher lahir pada 29 Mei 1967 di Longsight, Manchester, dari keluarga imigran Irlandia yang hidup dalam rumah penuh kekerasan. Dari kesendirian itu, Noel tumbuh sebagai arsitek suara yang mengubah Oasis dari band lokal menjadi fenomena global. Kisahnya bukan hanya tentang bakat, melainkan tentang trauma keluarga, ketabahan, serta obsesinya terhadap John Lennon dan Johnny Marr yang melebur menjadi musik.

Potret wajah Noel Gallagher. Sumber: Creative Commons Attribution 2.0 (August 19, 2012), oleh Sean Reynolds, url: https://creativecommons.org/licenses/by/2.0.
zoom-in-whitePerbesar
Potret wajah Noel Gallagher. Sumber: Creative Commons Attribution 2.0 (August 19, 2012), oleh Sean Reynolds, url: https://creativecommons.org/licenses/by/2.0.

Masa kecil Noel jauh dari ketenangan. Ayahnya, Thomas Gallagher, adalah peminum berat yang menjadikan kekerasan sebagai bahasa di dalam rumah. Noel, dan kakaknya, Paul, mengalami gangguan bicara akibat trauma bertahun-tahun. Ketika ibunya, Peggy, meninggalkan Thomas pada 1984 dan membawa ketiga anaknya ke Burnage, sesuatu berubah dalam diri Noel. Pada 1979, Peggy membelikan gitar pertamanya. Meski kidal, Noel belajar bermain dengan tangan kanan dan menemukan gaya bermain khas. Setelah mengenal John Lennon dan Johnny Marr, terutama ketika menyaksikan Marr pada 1983, Noel menemukan dua fondasi musikal. Dari Lennon, ia menyerap kekuatan melodi yang mampu bercerita. Dari Marr, ia memahami pentingnya tekstur yang bekerja tanpa selalu terlihat.

Pendidikan formal tidak pernah menarik bagi Noel. Ia dikeluarkan dari The Barlow RC High School pada usia lima belas tahun karena “insiden bom tepung”, tuduhan yang masih ia sengketakan. Ia juga sempat bergabung dengan kelompok hooligan Manchester City dan menerima hukuman enam bulan setelah mencuri di sebuah toko. Pada 1984, sebuah tutup pipa baja jatuh dan melukai kakinya. Noel kemudian bekerja di gudang British Gas. Di sana ia menciptakan “The Hit Hut”, ruang kecil tempatnya menulis “Whatever”, “Up in the Sky”, dan “Live Forever”. Lagu-lagu yang lahir dari ruang itu kelak bergema di stadion. Gudang tanpa penghangat tersebut menjadi tempat lahirnya manifesto musikal bagi generasi muda.

Antara 1989 dan 1991, Noel bekerja sebagai kru tur untuk Inspiral Carpets. Pengalaman itu memberinya pemahaman tentang bisnis musik sekaligus keyakinan bahwa lagu hebat lebih berharga daripada sekadar citra. Ketika Noel mengklaim telah menulis seluruh lagu Inspiral Carpets, ia justru diusir. Namun, pengusiran itu membawanya mendekati jalan yang dicari. Pada 1991, Liam mengajaknya bergabung dengan band bernama “The Rain”. Nama itu kemudian diubah menjadi “Oasis” setelah kata tersebut terus muncul di banyak tempat. Noel setuju dengan satu syarat: ia harus menjadi penulis lagu utama sekaligus pengarah musikal band. Sejarah kemudian membuktikan bahwa kepercayaan dirinya bukan tanpa alasan.

“Definitely Maybe” dirilis pada 29 Agustus 1994 dan menjadi album debut dengan penjualan tercepat dalam sejarah Inggris, mencapai 86.000 kopi pada minggu pertama. “Live Forever” menjadi manifesto Noel. Ketika grunge Amerika banyak berbicara tentang kehancuran diri, Noel justru menulis tentang harapan dan penolakan terhadap nihilisme. Namun, kesuksesan segera berjalan bersama konflik. Dalam tur di Los Angeles pada September 1994, Liam meninggalkan band tanpa pemberitahuan. Saat merekam “(What’s the Story) Morning Glory?” di Wales, Liam datang dalam keadaan mabuk dan mengganggu rekaman. Ketegangan mereka memuncak ketika Noel mengambil tongkat kriket dan menyerang Liam. Dalam wawancara “Wibbling Rivalry” bersama NME, keduanya saling mengejek, tetapi percakapan itu justru menjadi hit di tangga lagu. Hubungan mereka perlahan berubah menjadi tontonan publik.

“(What’s the Story) Morning Glory?” dirilis pada 2 Oktober 1995 dan terjual lebih dari 22 juta kopi. Album tersebut melahirkan “Wonderwall”, “Don’t Look Back in Anger”, dan “Champagne Supernova”, lagu-lagu yang kelak dimainkan sebagai penghormatan kepada Manchester setelah bom arena 2017. Pada Agustus 1996, Oasis tampil di Knebworth di hadapan 250.000 penonton, sementara dua juta orang mencoba mendapatkan tiket. Noel hanya berkata, “Ini adalah sejarah.” Namun, kesombongan dan narkotika kemudian mengiringi lahirnya “Be Here Now” pada 1997, sebuah monumen berlebihan yang menandai kemerosotan. Pernikahan Noel dengan Meg Mathews pada 5 Juni 1997 sempat memberinya stabilitas, tetapi hubungan itu runtuh pada Januari 2001. Noel kemudian bersama Sara MacDonald, konsultan PR asal Skotlandia. Mereka memiliki Donovan pada 2007 dan Sonny pada 2010, sebelum menikah pada Juni 2011.

Akhirnya datang perpisahan pada 28 Agustus 2009, di belakang panggung Rock en Seine, Paris. Liam melempar sebuah buah plum dan mengayunkan gitar seperti kapak. “Dia hampir membelah wajahku,” kata Noel. Noel kemudian meninggalkan Oasis dan menyatakan bahwa ia tidak bisa lagi bekerja dengan Liam. Oasis bubar setelah empat belas tahun perjalanan dan telah menjual 70 juta rekaman. Dua tahun kemudian, Noel meluncurkan Noel Gallagher’s High Flying Birds pada 2011, proyek yang mengeksplorasi psikedelik dan elektronik. Pada Januari 2023, Noel dan Sara berpisah setelah dua dekade. Peggy kemudian meminta kedua putranya berdamai. Rekonsiliasi berlangsung perlahan, seperti luka lama yang mulai kehilangan suaranya.

Pada 27 Agustus 2024, Oasis mengumumkan reuni dengan kalimat, “The guns have fallen silent.” Tur mereka dimulai pada 4 Juli 2025.

Reuni Oasis di Wembley pada Oasis Live '25 Tour. Sumber: Creative Commons Attribution 4.0 (September 28, 2025), oleh Raph_PH, url: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0.

Noel Gallagher, yang tumbuh di tengah trauma, akhirnya menulis ulang sejarah rock. Ia pernah menemukan perlindungan dalam gitar dan kamar yang sunyi, lalu mengubah kesendirian menjadi lagu yang memenuhi stadion. Dari sana, ia bukan sekadar keluar dari bayang-bayang masa lalu, tetapi mengubahnya menjadi bagian dari warisan musikalnya. Perjalanan Noel menunjukkan bahwa sebuah suara dapat lahir dari tempat yang paling sunyi, tumbuh melalui konflik, lalu kembali terdengar ketika waktu mempertemukan masa lalu dengan masa depan. Jika Anda ingin menjadi tahan banting, jadilah seperti Noel. Ambil luka, petik enam senar, lalu ubah kekacauan menjadi sejarah.