Begini Kesan dan Harapan Peserta Difabel Ikuti UTBK-SNBT di IPB University

Berita IPB
Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
7 Mei 2024 8:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Begini Kesan dan Harapan Peserta Difabel Ikuti UTBK-SNBT di IPB University
zoom-in-whitePerbesar
Begini Kesan dan Harapan Peserta Difabel Ikuti UTBK-SNBT di IPB University
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dua peserta difabel, Muhammad Ihsan Dzaki dan Ananda Aulia, difabel tuna netra asal Bogor ikuti Ujian Tes Berbasis Komputer - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK- SNBT) di Kampus Sekolah Vokasi IPB University, Bogor pada Kamis 2/5.
ADVERTISEMENT
Elok, Ibu dari Muhammad Ihsan Dzaki, menyampaikan bahwa putranya termotivasi ingin mengikuti seleksi karena dari kecil putranya bersekolah di sekolah umum, teman-temannya rata-rata dalam kondisi normal sehingga dia yakin saat kuliah pun ia bisa setara dengan teman-temannya. “Dia memiliki keinginan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga hari ini dia ikut seleksi UTBK,” ujar Elok.
Lebih lanjut Elok menyampaikan rasa syukur anaknya mendapat tempat seleksi di Sekolah Vokasi IPB University. Ia mengatakan fasilitas di lokasi tersebut sangat mendukung bagi peserta difabel, komputer yang disediakan juga sudah terdapat screen reader khusus tuna netra.
"Saya berharap putra saya mendapat kemudahan dan kelancaran dalam seleksinya dan bisa diterima di perguruan tinggi negeri impiannya. Putra saya memiliki minat di bidang Komunikasi, ia ingin menjadi seorang voice over dan ingin menjadi dosen," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Ketika ditanya kesan mengikuti seleksi UTBK, Muhammad Ihsan mengatakan, “Seru, soal ujiannya cukup menantang. Semoga saya bisa mendapat nilai yang terbaik dan diterima di perguruan tinggi yang saya inginkan,” ucap Ihsan.
Sementara itu, Warni, Ibu dari peserta difabel Ananda Aulia menyampaikan meski Ananda tuna netra, tapi dia memiliki minat tinggi dalam menulis. Ananda telah meraih penghargaan tingkat nasional dalam menulis, banyak tulisan-tulisan hasil karyanya. Tidak hanya itu, di sekolah pun Ananda bahkan selalu mendapat peringkat 10 besar.
"Saya berharap putri saya bisa mendapatkan yang terbaik, jalan terbaik untuk meraih cita citanya. Saya puas putri saya bisa seleksi di Sekolah Vokasi IPB University, fasilitas difabel yang disediakan bagus, mulai dari laptop, pendamping, sehingga putri saya hanya tinggal duduk fokus mengerjakan ujian," ucap Warni.
ADVERTISEMENT
Terkait tes yang diikuti, Aulia mengatakan, "Alhamdulillah tes berjalan lancar, semoga saya bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan dan dapat berguna untuk masyarakat," ungkap Ananda. (dh/Lp)