Konten dari Pengguna

Golongan Darah O Dikaitkan dengan Kolesterol Tinggi, Begini Penjelasan Dosen IPB

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Magnific.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Magnific.com

Isu mengenai golongan darah O yang disebut lebih rentan mengalami kolesterol tinggi kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Lalu, benarkah anggapan tersebut?

Menurut dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Christy Efiyanti, SpPD, hingga saat ini, bukti ilmiah mengenai hubungan antara golongan darah dan kadar kolesterol masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan pasti.

“Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Namun, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah,” ujarnya.

dr Christy menjelaskan, hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, kadar kolesterol seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang lebih kompleks dibandingkan golongan darah semata.

Gaya Hidup Jadi Faktor Dominan

Ia menegaskan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

Selain itu, sejumlah kondisi medis juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol, seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid. Faktor genetik juga berperan, salah satunya pada kasus familial hypercholesterolemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda.

“Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang,” tambah dr Christy yang juga spesialis Ilmu Penyakit Dalam.

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal, dr Christy menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat tanpa terlalu berfokus pada golongan darah yang dimiliki. Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati,” tutupnya. (Fj)