100 Siswa di Nganjuk Diduga Keracunan MBG, BGN Telusuri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah siswa di Kabupaten Nganjuk dilarikan ke RSUD Nganjuk diduga mengalami keracunan MBG, Rabu (3/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa di Kabupaten Nganjuk dilarikan ke RSUD Nganjuk diduga mengalami keracunan MBG, Rabu (3/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak 100 siswa dari beberapa sekolah lainnya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami keracunan diduga usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9). Sebagian dari mereka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Rabu sore.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi awal jumlah korban korban keracunan MBG sebanyak 74 siswa.

Kemudian, data korban bertambah mencapai 100 siswa hingga Kamis (3/9).

"Nganjuk saya harus pastikan lebih lanjut. Kita fokus juga tadi kan sudah 74 sudah bertambah lagi jadi 100 dan bukan hanya di SMA 3 ya tapi dari SD juga ada," kata Emil saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).

Sejumlah siswa di Kabupaten Nganjuk dilarikan ke RSUD Nganjuk diduga mengalami keracunan MBG, Rabu (3/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ia menyampaikan bahwa pihak Badan Gizi Nasional (BGN) masih menelusuri penyebab dari dugaan keracunan tersebut. Belum diketahui juga penyebab pasti serta menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut.

"Apa kira-kira penyebab spesifiknya masih ditelusuri oleh BGN begitu. Karena yang punya akses BGN dan Dinkes setempat tentu posisinya juga mendampingi," ucapnya.

Wakil Bupati Nganjuk, Mas Handy, menjenguk siswa SMA korban keracunan MBG, Rabu (2/9/2026). Foto: IG/@humaskabupatennganjuk