86.118 Pendaftar KIP Kuliah Lolos UTBK-SNBT, Ini 20 PTN Penerima Terbanyak
·waktu baca 4 menit

Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi, mengungkapkan sebanyak 86.118 peserta pendaftar KIP Kuliah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
“Total pendaftar KIP Kuliah yang lulus SNBT itu totalnya ada 86.118,” ujarnya dalam konferensi pers pengumuman SNBT 2026 di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Namun dari jumlah tersebut, Sandro mengatakan, hanya 39.662 peserta yang ditetapkan eligible atau memenuhi syarat sebagai calon penerima KIP Kuliah.
“Namun demikian yang eligible sebagai penerima KIP Kuliah atau ditetapkan sebagai calon penerima KIP Kuliah itu sejumlah 39.662,” kata Sandro.
Sementara sisanya, sebanyak 46.456 peserta dinyatakan non-eligible. Dari jumlah itu, terdapat 2.656 peserta yang belum terdata dalam desil sama sekali. Sandro menegaskan, kondisi tersebut bukan kesalahan peserta.
“Dari 46.456 ini ada sebenarnya 2.656 yang mereka itu tidak masuk ke dalam desil atau belum terdata dalam desil. Nah ini tentu saja bukan kesalahan mereka. Nantinya bagi mereka yang belum tercatat masuk ke dalam desil atau desil nol istilah kita, yaitu sejumlah 2.656 ini mereka akan diverifikasi dan juga divalidasi oleh pihak perguruan tinggi. Apabila mereka layak maka mereka akan dicalonkan dan ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah,” jelasnya.
Sandro menjelaskan, dasar penetapan eligibilitas KIP Kuliah tahun ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DataSain, yang resmi menggantikan DTKS sebagai acuan utama penyaluran bantuan sosial termasuk KIP Kuliah. Selain itu, dasar keduanya adalah Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi.
Berdasarkan aturan tersebut, KIP Kuliah diperuntukkan bagi peserta yang masuk kategori kesejahteraan dari sangat miskin hingga rentan miskin, atau setara desil 1 hingga desil 4 dalam DataSain.
“Di sini sesuai dengan Peraturan Menteri nomor 2 tahun 2026, bahwa nantinya KIP Kuliah itu diperuntukkan bagi masyarakat dengan kategori kesejahteraan dari mulai sangat miskin sampai dengan rentan miskin atau kalau kita boleh buat ekuivalensinya itu dari desil 1, 2, 3, dan 4,” kata Sandro.
Dari sebaran data peserta eligible berdasarkan desil, Sandro menyebut distribusinya cukup merata.
“Kalau kita lihat, kita perhatikan ya, ini dari desil 1 sampai dengan desil 4 itu mirip persentasenya ya, yaitu 24 sampai 26 persen. Desil 1 ada 24 persen, desil 2 26 persen, dan seterusnya,” ujarnya.
Sandro juga mengungkapkan,bahwa rata-rata 60 persen peserta eligible KIP Kuliah merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SMA sebelumnya.
“Rata-rata 60 persen di antara mereka itu adalah penerima PIP SMA dan sisanya 40 persen itu adalah bukan penerima PIP SMA. Jadi artinya memang 60 persen ini merupakan kelanjutan, kontinuitas dari program PIP sebelumnya di tingkat SMA,” paparnya.
Adapun dari 20 PTN dengan jumlah mahasiswa eligible KIP Kuliah terbanyak melalui jalur SNBT, Universitas Negeri Medan menempati posisi teratas dengan 1.754 penerima, disusul Universitas Negeri Padang dan Universitas Nusa Cendana. Sandro mencatat mayoritas PTN dalam daftar tersebut berada di luar Pulau Jawa.
“Kalau kita perhatikan dari 10 terbesar ini hampir semuanya itu di luar Jawa kecuali satu Universitas Negeri Surabaya yaitu yang nomor empat. Yang mungkin dari sini bisa kita lihat cerminan mungkin ya atau refleksi sebaran begitu ya. Jadi cukup banyak para calon mahasiswa begitu ya yang mereka itu eligible KIP Kuliah itu umumnya dari luar Jawa atau mereka mendaftar di perguruan tinggi luar Jawa,” ujar Sandro.
Bagi peserta yang lulus SNBT namun tidak memenuhi kriteria eligible KIP Kuliah, Sandro mendorong PTN untuk tetap memberikan akses pendidikan melalui jalur lain.
“Kami juga mendorong nantinya masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi untuk bisa menetapkan kepada mereka kategori UKT 1 atau UKT 2 dan juga mengupayakan pembiayaan beasiswa lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, kementerian juga tengah menjajaki kerja sama dengan mitra di luar kementerian untuk menyediakan beasiswa alternatif.
“Kami juga dari kementerian juga akan berupaya dalam hal ini kami sedang melakukan upaya tersebut, pendekatan kepada mitra-mitra di luar kementerian untuk dapat membantu kementerian dalam penyediaan beasiswa-beasiswa di luar dari KIP Kuliah,” pungkas Sandro.
Berikut adalah daftar 20 PTN akademik dan vokasi beserta penerima KIP Kuliah terbanyak pada SNBT 2026:
PTN Akademik
Universitas Negeri Surabaya: 3.107 peserta diterima
Universitas Negeri Medan: 3.060 peserta diterima
Universitas Negeri Padang: 2.705 peserta diterima
Universitas Negeri Makassar: 2.576 peserta diterima
Universitas Negeri Lampung: 2.209 peserta diterima
Universitas Nusa Cendana: 1.959 peserta diterima
Universitas Tadulako: 1.946 peserta diterima
Universitas Negeri Malang: 1.905 peserta diterima
Universitas Pendidikan Indonesia: 1.887 peserta diterima
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa: 1.736 peserta diterima
PTN Vokasi
Politeknik Negeri Lampung: 1.028 peserta diterima
Politeknik Negeri Jember: 927 peserta diterima
Politeknik Negeri Malang: 759 peserta diterima
Politeknik Negeri Kupang: 690 peserta diterima
Politeknik Negeri Sriwijaya: 630 peserta diterima
Politeknik Negeri Medan: 558 peserta diterima
Politeknik Negeri Padang: 506 peserta diterima
Politeknik Negeri Lhokseumawe: 496 peserta diterima
Politeknik Negeri Pontianak: 477 peserta diterima
Politeknik Negeri Samarinda: 381 peserta diterima
