Akses JPO Dewi Sartika di Tengah Jalan, Pram Bangun Pelican Crossing

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret JPO Cawang di atas Jalan Dewi Sartika yang ditinggalkan pejalan kaki, Kamis (12/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Potret JPO Cawang di atas Jalan Dewi Sartika yang ditinggalkan pejalan kaki, Kamis (12/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Dinas Bina Marga membangun pelican crossing di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. JPO itu dikeluhkan warga karena salah satu akses naik-turunnya berada di tengah jalan.

“Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga mengambil inisiatif untuk melakukan pemagaran dan sekaligus kalau nanti dilihat di lapangan sudah dibuatkan pelican cross penyeberangan yang diatur oleh pemerintah DKI Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Menurut Pramono, pembangunan dan penyelesaian fasilitas penyeberangan itu seharusnya menjadi tanggung jawab KSO Fortuna Indonesia selaku pihak pengembang.

“Harusnya ketika jalan sudah dilebarkan, fasilitas sudah diberikan, maka JPO itu sudah menjadi tanggung jawab dari pihak pengembang tersebut. Tetapi sampai hari ini ternyata belum diselesaikan,” ujarnya.

Potret JPO Cawang di atas Jalan Dewi Sartika yang ditinggalkan pejalan kaki, Kamis (12/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Pramono mengatakan, Pemprov DKI tidak tinggal diam karena akses JPO yang belum sesuai tersebut berpotensi membahayakan masyarakat. Karena itu, Dinas Bina Marga mengambil tindakan dengan membuat pagar sekaligus menyediakan pelican crossing.

Meski pelican crossing sudah dibuat, Pramono menegaskan fasilitas tersebut belum menjadi solusi akhir. Ia meminta KSO Fortuna Indonesia segera menyelesaikan JPO yang menjadi tanggung jawabnya.

“Sekali lagi saya sudah meminta untuk KSO Fortuna Indonesia ini segera melakukan penyempurnaan dan menyelesaikan JPO yang menjadi tanggung jawabnya. Sebab kalau tidak, ini akan masyarakat yang dirugikan,” kata Pramono.

Ia mengapresiasi langkah cepat Dinas Bina Marga yang telah membuat pelican crossing dan melakukan pemagaran di sekitar lokasi.

“Saya bersyukur bahwa pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga sudah mengambil tindakan cepat,” ujarnya.

Namun, Pramono mengingatkan keberadaan pelican crossing dan pagar tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko keselamatan bagi masyarakat.

Pelican cross-nya sudah dilakukan, pemagarannya sudah kami lakukan, tetapi itu tidak cukup dan itu masih berpotensi membahayakan bagi masyarakat yang menggunakan JPO tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya dalam video yang beredar di media sosial memperlihatkan salah satu akses JPO berada di tengah jalan. Jembatan disebut tidak sampai trotoar depan Apartemen Signature Park Grande di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.