Asap Karhutla Selimuti Ambon, Penyakit ISPA Meningkat hingga 800 Kasus

Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam dua pekan terakhir mulai berdampak pada kesehatan warga di Kota Ambon, Maluku.
Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kini mencapai sekitar 800 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan September 2026 yang berada di kisaran 600 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan S. Norimarna, mengatakan peningkatan kasus ISPA ditemukan hampir di seluruh puskesmas yang tersebar di lima kecamatan.
“Terakhir itu sekitar 800-an, antara 600 dan 800. Memang ada peningkatan,” kata Johan kepada kumparan, Selasa (13/10).
Menurut Johan, peningkatan gangguan kesehatan tidak hanya terjadi pada kasus ISPA. Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan dokter paru dan menemukan adanya peningkatan pasien asma dan bronkitis dalam beberapa hari terakhir.
“Memang ada peningkatan pasien asma dan pasien bronkitis. Hampir semua puskesmas ada, meskipun jumlahnya berbeda-beda,” ujarnya.
Kelompok Rentan Paling Berisiko
Johan mengingatkan kabut asap perlu diwaspadai karena mengandung partikel pencemar seperti PM10, PM2.5, serta ozon yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Kelompok yang paling rentan terhadap paparan tersebut antara lain adalah balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma dan bronkitis.
“Kelompok rentan ini balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, orang dengan riwayat asma dan bronkitis. Mereka yang paling rentan dari kabut asap,” kata Johan.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas olahraga di luar ruangan selama kondisi udara masih buruk.
Pasalnya, saat berolahraga, frekuensi pernapasan seseorang meningkat. Kondisi tersebut membuat udara yang mengandung polutan lebih banyak masuk ke dalam paru-paru.
“Orang yang berolahraga bernapas lebih cepat. Kalau terpapar terus, partikel dari udara itu bisa masuk lebih banyak ke paru-paru,” jelasnya.
Pemkot Ambon Bagikan Masker
Untuk mengantisipasi bertambahnya kasus gangguan pernapasan, Pemerintah Kota Ambon mulai membagikan masker kepada masyarakat dan meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya paparan kabut asap.
Johan mengatakan masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya kelompok rentan.
“Kalau tidak ada aktivitas penting, sebaiknya kelompok rentan jangan keluar rumah,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel dari udara.
Johan menambahkan, kabut asap yang menyelimuti Ambon tidak hanya berasal dari kebakaran di dalam wilayah Kota Ambon. Asap juga terbawa dari wilayah lain sehingga paparan dirasakan secara lebih luas.
Karena itu, Dinas Kesehatan bersama pemerintah daerah terus memantau kondisi udara dan perkembangan kasus gangguan pernapasan di masyarakat, termasuk seluruh sekolah belajar daring dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Kota Ambon berharap kondisi udara segera membaik sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
