Asap Kepung 14 Kabupaten di Sumut, Jarak Pandang 500 Meter-5 Km

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kabut asap. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kabut asap. Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Asap mengepung 14 kabupaten di Sumatera Utara pada Selasa (8/9). Akibatnya, jarak pandang menjadi 500 meter hingga 5 kilometer.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan citra, sebaran asap terjadi di 14 kabupaten di Sumatera Utara.

Ke-14 kabupaten itu yakni Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Mandailing Natal.

"Sebaran asap tersebut bergerak ke arah barat laut, mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara," kata Hendro dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Akibatnya, jarak pandang terbatas menjadi 500 meter hingga 5 kilometer.

"Hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan bahwa pada 8 September 2026 terjadi penurunan jarak pandang menjadi 500 meter hingga 5 kilometer," ujar Hendro.

Jarak tersebut bersamaan dengan kondisi kabut dan asap dengan kualitas udara yang berdasarkan konsentrasi PM2.5 (partikel sangat kecil di udara) berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Hendro belum bisa memastikan asap tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan dari mana. Namun, terdapat empat titik hotspot (titik panas) dengan kepercayaan tinggi yang tersebar di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan.

"Belum bisa diketahui dari provinsi mana asapnya. Angin bertiup dari tenggara ke barat laut, tapi yang pasti hanya 4 titik hotspot dengan kepercayaan tinggi (warna merah) di Provinsi Sumatera Utara. BMKG terus memantau perkembangan sebaran asap, akan kita selalu update," ucap Hendro.

BMKG mengimbau masyarakat berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang yang rendah akibat kabut dan asap.