Bagaimana Penulisan Sejarah Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan? Cek di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana penulisan sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan jelaskan? Topik ini menarik untuk dipelajari, terutama bagi yang ingin mengenal lebih jauh perjalanan bangsa setelah terbebas dari penjajahan.
Berbagai peristiwa pada masa tersebut menyimpan cerita yang layak diketahui sebagai bagian dari perjalanan Indonesia.
Catatan Perkembangan Penulisan Sejarah Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan
Bagaimana penulisan sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan jelaskan? Penulisan sejarah pada masa ini beralih dari historiografi kolonial menuju historiografi nasional yang ditulis oleh sejarawan Indonesia dengan sudut pandang bangsa sendiri dikutip oleh Jurnal Perkembangan Historiografi Indonesia oleh Ahmad Nurhuda, dkk (2022).
Perubahan tersebut bertujuan untuk menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia berdasarkan pengalaman, perjuangan, dan peran masyarakatnya dalam meraih kemerdekaan.
Peralihan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui berbagai upaya untuk menyusun sejarah nasional yang lebih sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
Ada beberapa perkembangan penting yang menandai perubahan cara penulisan sejarah setelah Indonesia merdeka.
1. Kongres Sejarah Nasional Pertama (1957)
Pada Desember 1957, kongres sejarah nasional pertama diselenggarakan di Yogyakarta oleh kementerian pendidikan.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk merancang penulisan sejarah nasional yang tidak lagi bertumpu pada sudut pandang kolonial.
Para sejarawan mulai membahas bagaimana perjalanan bangsa Indonesia dapat ditulis secara lebih menyeluruh, termasuk perjuangan rakyat dalam menghadapi penjajahan.
2. Penyusunan Buku Sejarah Nasional Indonesia (1975)
Salah satu tonggak penting dalam perkembangan historiografi nasional adalah penerbitan buku Sejarah Nasional Indonesia dalam enam jilid pada 1975.
Penyusunannya melibatkan tokoh-tokoh seperti Sartono Kartodirdjo, Marwati Djoened Poesponegoro, dan Nugroho Notosusanto.
Buku ini membahas perjalanan Indonesia dari masa prasejarah, kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, masa kolonial, pergerakan nasional, pendudukan Jepang, hingga masa kemerdekaan dan perkembangan politik setelahnya.
Buku tersebut menjadi salah satu rujukan penting untuk mempelajari sejarah Indonesia secara terstruktur berdasarkan pembagian periode sejarah.
3. Pendekatan Nasionalistis
Penulisan sejarah pada masa ini menggunakan pendekatan nasionalistis dengan menempatkan bangsa Indonesia sebagai pelaku utama dalam perjalanan sejarahnya.
Jika historiografi kolonial lebih banyak menyoroti kepentingan pemerintah penjajah, historiografi nasional memberikan perhatian lebih besar terhadap perjuangan rakyat, tokoh pergerakan, dan usaha bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan.
Bagaimana penulisan sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa dalam mengenali jati dirinya.
Perkembangan ini menunjukkan usaha masyarakat Indonesia untuk menghargai perjuangan para pendahulu sekaligus menjaga ingatan tentang peristiwa yang membentuk negara. (shr)
Baca juga: Bentuk Perlindungan Hukum dalam Penyelesaian Perselisihan dan Cara Penerapannya